Untukmu anakku, dari aku, calon Ibumu

Anakku yang cantik, anakku yang ganteng, anakku yang pintar. Ini ibu, atau bisa kamu bilang calon Ibumu.

Aku tidak pandai berdo’a pada anakku. Aku hafal do’a untuk kedua orang-tua tapi tidak do’a untuk anak. Maka anakku, nanti tiap malam kamu harus membisikkan keinginan dan cita-citamu padaku. Supaya aku bisa berdo’a pada Tuhan untuk mengabulkannya. Do’a Ibu itu mujarab, bukan begitu? lebih ajaib dari jin yang bisa mengabulkan permintaan.

Nak, nanti jika kamu sudah tinggal di rahim ibu kamu harus selalu mengingatkan Ibu untuk mendo’akanmu. Semoga kamu jadi anak yang sholeh, anak yang sukses, anak yang pintar.

Nak, ingatkan Ibu jika suatu saat Ibu marah padamu. Ingatkan Ibu dengan senyumanmu, ingatkan Ibu dengan air matamu, ingatkan Ibu dengan sentuhan manjamu. Supaya kata-kata yang keluar dari mulut Ibu hanya kata-kata penuh kebarokahan untukmu.

Nak, entah akan seperti apa jamanmu kelak. Di jaman nenekmu Ayahlah yang harus nomor satu dan wajib dihormati, di jamanku, Ibumu, anaklah yang harus didahulukan. Apa nanti di jamanmu temanlah yang lebih dihormati daripada orang tua? itu tidak penting sayang. Yang penting kamu tetap menganggap aku Ibumu.

Nak, kata Rosulullah di dunia ini harus punya satu sahabat karib yang bisa menemani kita di kala senang ataupun susah. Jadikanlah Ibu sahabatmu itu. Sahabat yang akan membantumu.

Nak, biarkan Ibu mencintaimu lebih dari Ibu mencintai Ayahmu kelak. Meski sudah ada Romeo ataupun Juliet yang menjemputmu dari rumah Ibu. Biarkan Ibu mencintaimu.

Anakku sayang. Nanti jika Allah sudah meniupkan roh di gumpalan daging dalam perut Ibu ijinkan Ibu untuk berharap padamu. Berharap semoga kau jadi Presiden, atau dokter, dan guru, juga pramugari dan pilot. Entah apakah kau perempuan cantik, atau laki-laki ganteng, Ibu akan menerimamu dalam pelukan hangat seorang Ibu.

Nak, nanti. Jika Ibu sudah tiada. Aku ingin kamu tidak sering melihat foto Ibu, tidak perlu tiap tahun ziarah ke makam Ibu, tidak perlu menangis untuk Ibu. Karena, biarkan rasa rindu ini terus tumbuh dan tumbuh hingga akhirnya kita bisa melumpahkannya di suatu hari nanti. Ibu ingin melihatmu lagi, di sana, di surga, seperti yang sudah dijanjikan Tuhan pada umatnya yang ta’at. Kamu yakin bisa masuk surga ‘kan nak?

Nak, aku beri satu rahasia supaya kita bisa bertemu di surga bersama. Berdo’alah untuk Ibu, dan ingatkan Ibu untuk selalu berdo’a untukmu, tapi Ibu janji tanpa kau ingatkan Ibu akan berdo’a untukmu. Kamu bisa menagihnya kelak jika Ibu melanggar janji ini.

Anakku, Anakku … nanti … Ibu ingin memanggilmu. Anakku sayang. Anak Ibu sayang.

Iklan

One thought on “Untukmu anakku, dari aku, calon Ibumu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s