Review: August Rush

august rush

“but I believe in music, the way that some people believe in fairytale.”

Terserah! terserah! terserah kalau banyak yang bilang film ini jelek. terlalu ngayal. dan endingnya dipaksa. pokoknya. aku. suka. film. ini.

August Rush adalah sebuah film yang disutradarai oleh Kristen Sheridan dengan Freddie Highmore sebagai Evan Taylor.

film dimulai dengan Evan Taylor, bocah sebelas tahun sedang menikmati desah angin di halaman belakang panti asuhan tempatnya tinggal. lalu Evan diolok-olok gila oleh anak-anak panti lainnya dan dia berkata, “but I believe in music, the way that some people believe in fairytale. I like to imagine what I hear came from my mother and my father. maybe that’s how they found each other. maybe that’s how they’ll find me.” (quotes sejak pertama kali lihat film langsung nempel di kepala hingga udah ratusan kali lihat filmnya … keren!)

kemudian scene berganti pada 11 tahun sebelumnya. ketika Lyla Novacek, violin hebat sedang melakukan konser dan Louis Connely seorang vokalis salah satu band indie. mereka bertemu di atap sebuah gedung dan sama-sama terhipnotis nyanyian “moondance” yang dibawakan oleh pengamen hingga akhirnya tertidur bersama. namun kebersamaan mereka berlangsung singkat karena Ayah Lyla tidak menyetujui hubungan itu.

Lyla kecelakaan saat ingin mengejar Louis untuk memberitahunya bahwa dia hamil. Ayah Lyla mengatakan bahwa bayinya meninggal padahal Evan, sang bayi, diletakkan oleh ayah Lyla di panti asuhan.

sebelas tahun kemudian Evan meninggalkan panti asuhan dengan alasanย mengikuti musik.ย kehidupan musik si jenius Evan pun dimulai. dia bisa memainkan gitar meski tak pernah melihat gitar sebelumnya, bisa menciptakan lagu padahal baru diajari beberapa menit, dan bisa memainkan piano.

perjalanan Evan berlanjut ketika dia masuk ke Juilliard. di sana dia mendapat kehormatan menjadi konduktor salah satu perhelatan musik terbesar di New York. waktu itu Evan berkata pada gurunya, “how may people will hear it? cause I need to play in alot of people. a lots and lots.” (dia berharap ayah dan ibunya melihat pertunjukannya … so sweett)

 

akhirnya dan akhir dari film ini … membuatku geregetan dan cuma bisa bilang, “udah?”

five stars untuk film favorit yang selalu aku putar kalau lagi suntuk dan bosan.

melihat film ini membuat kita menyadari bahwa musik ada di sekitar kita, kalau kita mau mendengarkan. seperti kata Evan Taylor.

Iklan

6 thoughts on “Review: August Rush

    1. aku nggak pernah liat spiderwick ๐Ÿ™‚ hehe … tapi Freddie ini yang jadi Charlie di Charlie and the chocolate factory.
      nonton! wajiib! dijamin nggak nyesel ๐Ÿ˜€

  1. Spiderwick? ah iya, pemeran yg sama.
    Kl aku nonton film ini atas rekomendasi dari salah satu mahasiwi yg juga termasuk golongan sufi *suka film maksudnya* :P. Memang film ini menarik. Dani menurutku bagi penonton yg rasa imajinasinya nggak kuadrat pasti nggak bakal bisa bilang film ini menarik ๐Ÿ™‚

    1. spiderwick baguskah pak? aku miinntaa lek gituu hoho …
      sangat menarik sekalee filmnyaa. padahal temenku ada yang bilang film ini jelek -_- nggak punya imajinasi tinggi dianya.

      1. spiderwick? utk ukuran film anak2 imho mayan bagus. biasalah, ttg persaudaraan, goblin, mantra sihir, mahluk tak trlihat dst.
        Kl August Rush sndiri, lbh bagus dr ekspektasiku. biarpun banyak hal yg trlalu dipaksakan secara logika, tp aku mencoba membiarkan imajinasiku menikmati film ini. Dan itu berhasil dg baik bagiku! ๐Ÿ™‚ My score : 7.8/10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s