Review: The Forger

“I was looking for a place to belong”

film yang dengan sabar aku tunggu kemunculannya dari tahun lalu sampai akhirnya muncul dalam bentuk DVD tanpa masuk ke bioskop. Terima kasih buat Pak Mufid karena udah di download-in 😀

film ini sangat manis. dengan sedikit konflik yang menohok tapi sangat manis.

Joshua remaja jenius dalam bidang seni ditinggal Ibunya di sebuah kamar hotel tanpa apapun selama dua minggu. dalam waktu itu Joshua mencuri barang-barang apapun untuk makan bahkan menjual lukisan yang bukan miliknya dan dia hanya menyelesaikan bagian akhirnya.

ketika Joshua pergi dari kamar hotelnya dia menemukan rumah tak terkunci, setelah membersihkan diri dan kenyang Joshua mengelilingi rumah itu dan menemukan ruang bawah tanah tempat pemiliknya memalsukan lukisan. di sanalah cerita berlanjut, Joshua bergabung dengan Everly, pemalsu lukisan. karena bakatnya dengan melukis yang luar biasa. mereka memalsukan lukisan-lukisan yang sudah hilang atau hancur untuk mendapatkan uang.

namun keinginan Joshua hanya satu, Ibunya kembali. atau setidaknya keluarga baru yang mau menerimanya. dengan landscape pantai Camel yang udah terkenal bagus dari sononya film ini mengalir dan tanpa sadar sudah satu jam lebih berlalu.

minus dari film ini hanya beberapa dialog yang kelihatan yang nggak masuk akal dan penyelesaian konflik yang terlalu “tiba-tiba” di lain itu semua film ini manis, seperti yang aku bilang barusan.

dan Josh. J-O-S-H akting keren banget di film ini! salah satu tokoh favorit dari semua tokoh yang udah pernah diperankan Josh. anggap aku obyektif karena udah ngefans sama Josh tapi aktingnya emang superb di sini. bahkan aku sampai percaya kalau dia bener-bener hebat ngelukis.

P.S. aneh rasanya liat Josh meranin orang yang bernama Joshua, seperti namanya, Joshua Ryan Hutcherson.

P.S.S. makasih buanget buat Pak Mufid yang udah sabar dengan permintaanku buat download film ini dari bulan lalu dan akhirnya … kesampean! this movie worth to watch, seriously Mr. Mufid :p

Iklan

2 thoughts on “Review: The Forger

  1. Tanpa kehadiran Heyden Penettiere, mungkin aku akan ogah nonton film ini. Terbukti aku nontonnya sampai 3 sesi. Sesi pertama, menit 1 sampe 10. langsung matikan : boring! Selang bbrp hari berikutnya saat nganggur, rasa penasaranku yg saat ingat Enya begitu desperadonya request film ini, mengalahkan rasa antipati karena perasaan boring kemarin. Hasilnya? nggak sampai 15 minit kmudian, tetep boring 😛
    Baru kapan hari diriku sukses menghabiskan film ini. Rasanya seperti menghabiskan suguhan saat bertamu ke rumah seseorang yang amat sangat kita hormati. Nggak dihabiskan itu sayang (plus sungkan tentunya), sementara saat mau menghabiskan, menunya bukan favorit kita. Alhasil, perut penuhlah yg didapat 😀
    Dan melihat si Josh yg menurutku pada intinya cuman maling kecil yg gak pantas dapat simpati. Hanya saja, dia disini kebetulan sebagai tokoh protagonis di film ini, ditambah dengan fakta wajahnya yg menurut para abegeh mayan kiyut, menjadi bumbu penambah penasaran ingin nonton film ini, sesedap saat mataku siwer liat si pemeran cheerleader di serial tv Heroes, Heyden Penettiere …whahahahahaha
    btw, baru nyadar euy kl namaku disebut2 3x di blog ini. Wah, berasa mendadak artes nih dirikuh 😛

    1. hahaha preketek…
      huum sih emang ngebosenin tapi manis pak 🙂 si Josh yang bikin manis. pokok’e lek ada si Josh aku obyektif nilai pilemnya. hohoho …
      panjang banget komennya beeh 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s