Aku … Jatuh Cinta pada Ronggeng

Aku jatuh cinta … pada Rasus. Rasus yang merindukan Emak, Rasus yang suka berkhayal bagaimana kehidupan emak. Rasus yang menemukan Emak dalam diri Srintil. Dan Rasus yang hancur ketika Srintil mengikuti bukak-klambu.

Aku jatuh cinta pada Rasus kecil yang selalu membayangkan Emak. Selalu gemas dan tersenyum setiap Rasus bercerita apakah tubuh Emak dicincang para dokter lalu dikubur entah dimana ataukah pergi menikah dengan mantri. Entah kenapa itu terasa … lucu, sekaligus ironis.

Aku jatuh cinta pada Rasus yang begitu ingin menghancurkan khayalan emak menikah dengan mantri hingga harus baginya menembak kepala mantri yang terbuat dari batu. Jatuh cinta pada kekukuhannya yang tidak ingin melihat Srintil menjadi Ronggeng dan memilih pergi meninggalkan Dukuh Paruk.

Jatuh cinta pada kesederhanaan pikirannya, sikapnya yang terlalu dukuh paruk meski setengah mati membenci tanah airnya. Jatuh cinta pada caranya mencintai Srintil.

Aku juga jatuh cinta … pada Srintil. Ronggeng yang hanya menjadi korban doktrin. Ronggeng yang seperti perempuan pada umumnya, menyukai pujian dan perhiasan. Ronggeng ayu nan kenes.

Jatuh cinta pada Srintil yang suka, salah, sangat suka menari. Srintil yang begitu tenggelam oleh irama calung ketika menjadi Ronggeng. Srintil yang sangat menghayati dan sensual ketika menari. Srintil yang tak lagi ingin menari karena cintanya pada Rasus. Srintil yang begitu tidak paham pada lelaki jenis Rasus. Srintil yang hancur lebur karena Ronggeng dan cinta. Srintil yang membuatku meringis prihatin. Srintil yang polos. Srintil yang apa adanya.

Aku jatuh cinta pada Sukam. Penabuh calung buta yang setia pada pekerjaannya. Yang sangat mencintai pekerjaannya. Yang entah kenapa membuatku iri, bagaimana bisa orang buta bisa begitu bahagia pada pekerjaan menabuh calung untuk Ronggeng yang tak pernah ia nikmati kecantikannya? aku iri, juga jatuh cinta.

Aku jatuh cinta … pada Ki Sacamenggala dan Dukuh Paruk yang menjadi keturunannya. Budaya Ronggeng, calung dan tetek bengek yang di luar nalar tapi sebenarnya banyak terjadi.

Aku jatuh cinta pada kemelaratan Dukuh Paruk, kehidupan Dukuh Paruk, ketergantungan Dukuh Paruk akan Ronggeng, burung, kampret, kodok, dan segala hewan yang menghuni Dukuh Paruk, pada tempe bongkrek beserta para manusia penghuni Dukuh Paruk.

Dan tak lupa, aku jatuh cinta pada dunia yang diciptakan Ahmad Tohari. Dunia indah bernama Dukuh Paruk.

Malam ini, aku akan pergi ke Dukuh Paruk. Mengintip celoteh Srintil dan Rasus kecil dari balik pohon nangka. Untuk kesekian kalinya.

Judul : Ronggeng Dukuh Paruk

Penulis : Ahmad Tohari

Isi : 408 halaman

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

ISBN : 978 – 979 – 22 – 7728 – 9

Harga : Rp. 65.000,00

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s