Surat Untuk Peeta Mellark

“You love me, real or not real?”

“real.”

Peeta, Peeta yang baik, Peeta yang tulus, Peeta yang tergila-gila dengan roti dan lukisan, Peeta yang peka, Peeta yang menjadikan kekerasan jalan terakhir, aku menulis ini untukmu.

Peeta tahukah kamu waktu kamu ditahan Capitol dan entah bagaimana keadaanmu Katniss sudah mendapat perlindungan yang nyaman di distrik 13. Di sana bersama Presiden Coin―well, secara resmi Presiden Coin adalah pemimpin distrik 13―Katniss dan para pemberontak merencanakan pemberontakan.

Peeta, Katniss sangat merindukanmu. Dia bahkan tidak bisa apa-apa tanpamu, dia seperti anjing yang kehilangan tuannya, selalu gemetar kedinginan. Peeta yang baik, aku juga merindukanmu saat itu. Meskipun aku yakin kamu masih hidup, seperti yang dikatakan Finnick dan Haymitch, tapi Katniss tidak.

Peeta, tahukah kamu ketika pertama kali kamu muncul di televisi bersama Caesar Katniss merasakan hidupnya lagi. ah, dia baru sadar kalau dia mencintaimu. Dia menatapmu seolah tidak ada hal menarik di sini selain kamu. Dan karena itulah akhirnya Katniss memutuskan untuk menjadi mockingjay, symbol pemberontakan.

Katniss menjadi selebriti dengan meneriakkan kata-kata kejelekan Capitol, kebebasan, dan lain-lainnya. Peeta, aku tidak tahu kalau perbuatan Katniss telah menjadikanmu makin sengsara. Sungguh.

Dan ketika Katniss benar-benar hancur hingga para pemberontak memutuskan untuk menjemputmu, aku tidak tahu sungguh, kalau Capitol sudah berbuat kejam padamu. Aku … ikut menyesal.

Capitol telah menghapus ingatan rasa cintamu pada Katniss, bahkan lebih buruk, Capitol telah mengubah ingatan itu menjadi ingatan bahwa Katniss adalah mutt, mutt yang layak dibunuh. Ah Peeta, aku sangat prihatin. Terutama ketika kamu memberikan kalimat bernada pertanyaan pada Katniss, “I must have loved you a lot.” Iya! Iya! Kamu sangat mencintai Katniss.

Rasanya aku ingin memarahi Katniss karena dia bersikap kasar padamu yang tidak tahu apa-apa. Yang sudah disiksa hingga hampir mati. Tapi aku juga hampir menangis waktu Katniss memberitahukan hal-hal dasar yang harus kamu ingat. Seperti warna kesukaanmu adalah oranye, seperti matahari terbenam.

“You’re a baker. You’re a painter. You like to sleep with the window open. You always double knot your shoelaces.”

Ah Peeta aku bahkan ingin memelukmu era-erat dan mengatakan, “semua baik-baik saja.” ketika kamu bilang pada Katniss, dalam wajah penuh kebingungan karena ternyata orang yang harus kamu bunuh justru orang yang sangat kamu cintai:

“I’m so tired Katniss.

Peeta … Peeta … tidak bisakah kamu bahagia? Setidaknya mengingat sedikit saja.

Entah Peeta, aku suka atau tidak akhir dari duniamu ini. Tapi yang pasti aku suka permainan itu. permainan, “real or not real.” Dan aku suka kalimat terakhirmu,

you love me, real or not real?”

“real.”

Itu salah satu kalimat favoritku. Ah Peeta, andai duniamu berlangsung lebih lama dan Suzanne Collins menciptakannya lebih panjang aku akan sangat senang.

Peeta. Aku sudah sampai pada dua kalimat yang sangat aku benci. Tapi ijinkan aku berterima kasih pada Suzanne Collins, untuk dunia menakjubkan ini. Hingga membuatku mengenalmu.

Tahukah kamu kalimat yang paling kubenci dari duniamu? Itu adalah ….

The end.

  • Ukuran: 13.5 x 20 cm
  • Tebal: 432 halaman
  • Terbit: Januari 2012
  • Cover: Softcover
  • ISBN: 978-979-22-7843-9
  • No Produk: 32201120001
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s