(Akhirnya) Membaca Teenlit: Confeito

Kebiasaan saya selesai membaca buku―yang sungguh samat teramat disukai―pasti langsung bikin surat yang isinya tentang si tokoh fiksi dan pengarangnya yang sangat hebat, di novel ini saya belum niat bikin surat untuk tokoh ataupun penulisnya. Ya, mohon dimaklumi sudah luamaa saya tidak lagi baca teenlit.

Apalagi setelah membaca buku ini sudah keduluan baca ronggeng dukuh paruk dan phantom of the opera. Serius, buku sebelum baca memengaruhi minat anda pada buku yang akan anda baca.

Dulu waktu SMA ngebet dan suka sama teenlit tapi udah nggak pernah baca teenlit sejak masuk kuliah karena kepincut sama Susanna Tamaro XD

Oke, confeito. Maafkan saya para pecinta teenlit. Sungguh ini Cuma selera. Buku teenlit sudah bukan buku yang sering saya baca lagi. Ya, dimaafkan kan pecinta teenlit?

Confeito. Ide di balik judulnya saya suka, suka banget. Confeito si jajanan manis yang dimasukin ke dalam toples dan suatu saat bisa bergesekan satu sama lain. that’s it.

Kelima tokohnya yang bersahabat tidak terlalu nempel di saya. Bahkan selesai baca saya Cuma inget nama dua tokoh, Hana sama Ridwan itupun nggak tau Ridwan yang mana. Forgettable.

Dan dialog-dialognya dibangun sedemikian rupa dengan gaya sok berkalimat bijak di sana-sini yang justru bikin buku ini kayak kumpulan kata bijak. Penulis terlalu fokus sama kata bijak apa lagi yang harus dimasukin jadi dialognya terlalu kaku.

Konfliknya datar, belum digali lagi jiwa karakternya, padahal kalau emosi masing-masing tokoh lebih digali akan lebih keren.

Pergantian POV terkesan flat. Karena waktu cowok kok ya masih ada “hantu” si penulis yang cewek di karakter si cowok itu (nah ini ada di sebagian teenlit, karakter cowoknya terlalu ‘cewek’ kalau ada cowok baca pasti langsung teriak-teriak nggak terima sifatnya dibikin cewek).

Inkonsistensi. Dialognya kadang gaul kadang baku gaul lagi baku lagi. pusing deh. Gaul ya gaul atuh neng, baku ya baku.

Penyelesaian masalah terlalu singkat. Cuman label “kita ‘kan temen.” Semua beres. Jadinya bisa nebak kelanjutannya.

Deskripsinya kurang lancar. Masih kaku neng.

Dan salah satu ending yang paling nggak aku suka adalah open ending yang maksa. aku sebel kalau open ending dibikin semaksa mungkin cuma biar jadi twist dan pembaca dipaksa bertanya-tanya. Kalau memang close ending nggak apa-apa. Close ending lebih menarik daripada open ending yang maksa. Malah kesannya cuman “errr ….”

Waduh, buanyak amat ya! maafkan saya yang tidak pandai merepiew ini pecinta teenlit. Sekali lagi Cuma masalah selera. S-E-L-E-R-A.

Oke. Ini dia synopsis cover belakang bukunya, cekidot:

Lima orang beda karakter sobatan. Hana, cewek cuek dan pelupa yang bercita-citajadi penulis. Ridwan, si playboy yang cakep dan tajir. Seta, kutu buku pendiam yang menganggap nilai ujian segala-galanya. Leo, si bijak tempat curhat teman-temannya. Angga, cowok jayus spesies manusia bodoh (ngikutin istilah Ada Band).

Katanya nih, sahabat itu kan bikin kita benar-benar bisa jadi diri kita sendiri, nggak perlu ada yang ditutup-tutupi. Tapi apa iya, sahabat masih mau menerima kita saat kita benar-benar membuka semua kelemahan kita?

Hubungan kelima orang ini terjalin seperti sestoples confeito, gula-gula aneka warna yang bentuknya seperti bintang kecil. Ada kalanya mereka merasakan manisnya persahabatan, tapi tak jarang juga menghadapi benturandan gesekan sepertiyang terjadi saat confeito-confeito itu dijejalkan ke dalam satu stoples.

Judul Buku : Confeito

Penulis : Windhy Puspitadewi

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Isi Buku : 202 halaman

Genre : Teenlit, Drama

Iklan

One thought on “(Akhirnya) Membaca Teenlit: Confeito

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s