Jang Joon Ha, K-Drama: Can You Hear My Heart

Karena udah janji harus posting minimal seminggu sekali sama diri sendiri kali ini saya akan posting K-Drama yang lagi saya sukai.

Bukan, bukan. Ralat. Bukan K-Drama-nya tapi karakter di salah satu K-Drama Can You Hear My Heart yaitu … Dokter Jang Joon Ha atau  Ma Roo Oppa.

K-Drama yang lagi ditayangin di Indosiar ini awalnya gak menarik perhatian saya, tapi setelah lihat beberapa episode akhirnya memutuskan searching sinopsisnya, dan karena merasa tertarik lihatlah streaming di internet dengan kondisi modem minimalis ala anak kuliahan.

Dan saya kepincut sama Jang Joon Ha. Benar-benar kepincuuttt … sukaa sama karakternya (selain karena dari dulu pengin punya kakak cowok dan dokter Jang Joon Ha benar-benar bikin kepingin saking amat sangat punya kakak cowok hiks ….).

Jang Joon Ha dulu bernama Ma Roo, waktu masih berumur 14 tahun dengan keluarga sederhana mereka; ayah yang keterbelakangan mental, ibu tiri tuna rungu yang baik, adik tiri 9 tahun yang cantik dan nenek cerewet yang suka mengumpat. Semuanya berubah ketika ibu tirinya meninggal karena kebakaran di pabrik tempatnya bekerja dan alih-alih dapat kompensasi perusahaan tersebut malah menjebloskan ayah Ma Roo ke penjara.

Karena ingin menolong ayahnya Ma Roo pergi ke rumah sakit tempat Tae Yeon Seok, istri pemilik perusahaan menunggui anaknya yang jatuh dari lantai dua karena melihat kakeknya dibunuh ayahnya sendiri. Di sana Ma Roo memohon untuk melepaskan Ayahnya sambil berlutut.

Nyonya Tae Yeon Seok mengulurkan tangannya dan berkata, “Maukah kau menjadi anakku?” sejak saat itulah namanya bukan lagi Ma Roo, tapi Jang Joon Ha.

Joon Ha yang selalu menolong Cha Dong Jo, anak Tae Yeon Seok yang tuli akibat jatuh dari lantai dua. Hanya Joon Ha yang bisa membuat Cha Dong Jo berbicara setelah selama setahun mogok bicara. Joon Ha yang membuat Cha Dong Jo kembali tersenyum, menemani Dong Jo yang takut kegelapan. Dan Joon Ha menjadi dokter hanya agar dapat merawat Dong Jo.

Apapun rela Joon Ha lakukan untuk Dong Jo dan Tae Yeon Seok termasuk tidak kembali pada keluarganya, Ayah yang setiap hari menyiapkan nasi untuknya dan menunggunya pulang meski Joon Ha tak pernah ada, Woo Ri, adiknya, yang sampai menyiarkan kakaknya yang hilang selama 16 tahun di televisi nasional karena sangat rindu dengan kakaknya. Semua itu karena setelah meninggalkan keluarga terdahulunya Joon Ha tidak ingin kehilangan keluarganya sekali lagi.

Namun semua ketulusan Joon Ha, kata-kata, “Jika ingin mati bawalah aku bersama kalian. Aku, Ibu, Dong Jo akan selalu bersama hingga akhir.” Kesetiaan, dan pengorbanan sia-sia ketika Joon Ha tahu bahwa dia adalah anak dari selingkuhan suami Tae Yeon Seok. Ditambah kenyataan bahwa Choi Jin Chul, suami Tae Yeon Seok  memaksa ibu kandungnya untuk menggugurkannya. Ibu kandungnya tidak mengakuinya dan meninggalkan Joon Ha bersama lelaki keterbelakangan mental.

Semua kenyataan itu masih belum cukup ketika dia tahu bahwa kehidupan 16 tahun yang sudah dibangunnya dengan Dong Jo dan Ibu hanyalah kebohongan besar untuk memuluskan balas dendam Tae Yeon Seok pada suaminya dengan cara mengobarkan anak Choi Jin Chul, Joon Ha, untuk merebut kembali perusahaan milik ayahnya yang diambil alih Choi Jin Chul.

Merasa dimanfaatkan, tidak dianggap dan tidak dibutuhkan Joon Ha berubah. Dia memutuskan untuk menjalani hidup ketiganya. Dia berada di pihak Ayahnya, Choi Jin Chul, merampas saham milik Tae Yeon Seok, Dong Jo, bahkan memecat Dong Jo dan tidak menolongnya ketika Dong Jo sekarat. Joon Ha benar-benar sendirian.

Segala cara Joon Ha lakukan untuk mendapat perhatian, namun caranya adalah membuat orang di sekitarnya semakin membencinya. Bertindak seperti iblis tanpa perasaan yang melakukan segala cara bahkan merebut Woo Ri, cinta pertama Dong Jo yang juga adik tirinya sendiri, dari Dong Jo. Semua hanya agar dia diperhatikan. Semua karena Joon Ha merasa tidak dibutuhkan dan tidak lagi percaya pada siapapun.

Sampai akhirnya Choi Jin Chul  mengetahui  wasiat kakek Dong Jo adalah bahwa semua harta warisan akan diserahkan pada Dong Jo jika Choi Jin Chul memunyai anak lain selain dari Tae Yeon Seok. Sekali lagi Joon Ha tidak diinginkan. Joon Ha menekan Ayahnya untuk menyerahkan semua saham padanya atau melenyapkan Dong Jo. Pilihan kedua yang dipilih Ayahnya.

Joon Ha yang baik, Joon Ha yang hanya butuh perhatian, Joon Ha yang merasa disisihkan. Setelah tahu rencana ayahnya akan memerangkap Dong Jo dan membakar pabrik, di pabrik yang membuat ibu tirinya meninggal, Joon Ha segera berlari mengejar Dong Jo.

Joon Ha hanya ingin diperhatikan. Joon Ha sudah lelah diperalat. Karena itu dia menyelamatkan Dong Jo di tengah kobaran api hingga matanya terluka dan harus dioperasi.

Melihat anak yang sudah dirawatnya selama 16 tahun terbujur lemas di rumah sakit Tae Yeon Seok sangat sedih. Ketika Joon Ha memanggil keluarganya karena matanya masih diperban Tae Yeon Seok tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menangis dan menggenggam tangan Joon Ha, putranya.

Joon Ha yang tak lagi percaya pada siapapun menghempaskan tangan Tae Yeon Seok dan dengan gusar berkata, “Dong Jo! Mana Dong Jo! Bukan, bukan aku yang melakukannya!”

Meski berkali-kali Tae Yeon Seok meminta maaf Joon Ha tetap saja tidak percaya. Tae Yeon Seok pulang, kali ini dia benar-benar kehilangan anaknya.

Joon Ha yang ingin diperhatikan pulang ke rumah setelah 16 tahun pergi. Memanggil lagi, “Appa,” pada Ayahnya hingga membuat seisi rumah terharu.

Mengatakan, “Nenek aku pulang, maaf karena sangat terlambat.” Pada neneknya yang Alzheimer. Joon Ha kembali merasa diperhatikan.

Segalanya kembali. Dan memang seharusnya kembali. Joon Ha pada keluarga yang sudah menunggunya, pada Appa idiot yang sangat ia sayangi.

Dan ketika dia mengunjungi Dong Jo, adik yang pernah mengatakan, “Hyung, kau bisa melakukan dua hal dalam waktu bersamaan. Kau bisa menjadi kakakku dan menjadi kakak Woo Ri.” Joon Ha kembali seperti Joon Ha yang dulu, seperti Ma Roo yang dulu.

Tae Yeon Seok yang benar-benar merasa bersalah pada Joon Ha meminta maaf. Dan Joon Ha memaafkannya hanya dengan mengucapkan satu kata, “Ibu ….”

Waduh panjaaanggg banget ceritanya. Biarin. Biarin. Pokoknya udah kepincut sama karakter Joon Ha yang menurutku jauh lebih dalam dan susah ditebak daripada karakter Dong Jo dan Woo Ri, tokoh utama drama ini.

Saya gak peduli sama kisah romantis Dong Jo dan Woo Ri, gak peduli sama kelicikan ayahnya, sama tetek bengek perusahaan. Apapun. Saya gak peduli apapun kecuali Joon Ha di drama ini. Bahkan saya agak annoyed sama Woo Ri yang merebut Dong Jo dari pacar sejatinya, Joon Ha. hahaha … bromance di drama ini lebih menarik daripada romance-nya sendiri.

Joon Ha come here baby let me hug you.

Oppa … I’m here for you … be my Oppa if you don’t want Woo Ri to call you Oppa!

P.S. yang jadi Joon Ha menurutku lebih keren daripada yang jadi Dong Jo. Yang jadi Dong Jo terlalu putih. Jadi nyeremin. Hiiii ….

oke … oke … Cha Dong Joo cuman menang muda aja *masih ngeles*

 

Iklan

6 thoughts on “Jang Joon Ha, K-Drama: Can You Hear My Heart

    1. yaaa, soalnya saya orangnya suka “anget-anget tai ayam” hoho … ntar terbengkalai blog ini :p komitmennya kurang ya pak? mustinya sehari-sekali -_- (lak mumet aku)

      pak mufid, gak ada update-an pilem barukah? :p

    1. Hehehe, saya sih kalau ada tokoh adik-kakak pengalaman membuktikan pasti lebih suka kakaknya daripada adiknya. Selalu. :p dari jaman Supernatural sampai Can You Hear My Heart ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s