Halo, namaku Eva

Halo, namaku Eva. Aku sepupu cantiknya mbak Enya. Jadi, ayahnya mbak Enya itu kakaknya ibuku. Umurku sepuluh tahun tapi masih kelihatan unyu-unyu seperti anak umur dua tahun kan?

Itu aku! Yang ada di foto, pakai baju warna kuning. Aku kelihatan seperti laki-laki ya? tapi tetep cantik. Dan yang menggendongku itu ibuku. Ibu hebat sepanjang masa yang paling cantik.

Katanya sih aku kena celebral palsy, makanya ada yang aneh ya denganku? Celebral palsy, tentang sesuatu yang bikin otak rusak sampai otot-ototku tidak bisa digerakkan dengan normal. Sesuatu seperti itulah ….

Tanganku selalu berbentuk seperti kuncup bunga, tinggal menunggu mekar sampai tanganku bisa digerakkan seperti tangan kalian. Entah kapan.

Kakiku selalu menyilang seperti itu. Kalau sedang sangat kaku dan kejang bahkan untuk duduk saja tidak bisa. Nanti kakiku bisa digerakkan seperti kalian dan aku bisa berlari mengejar kalian. Entah kapan.

Aku tidak bisa melihat dengan jelas memang, dan kelihatannya mataku selalu kosong tapi tenang saja aku bisa mendengar kalian dengan jelas. Aku bisa mendengar suara adzan di sebelah rumahku. Bisa mendengar suara kereta api yang lewat di belakang rumahku.

Bisa mendengar suara ibu yang memanggilku, “Sayangg … sayanggg si kecil sayaangg.”

Aku ini manja loh. Aku selalu digendong ibu, didudukkan di pahanya. Atau kalau tidak digendong kakak-kakak perempuanku dan Ayahku. Tapi katanya ibu sudah tidak kuat lagi menggendongku lama-lama, aku sudah berat. Kayaknya aku harus diet.

Tapi aku harus diet bagaimana kalau makanku sedikiiitt sekali. Aku hanya minum susu, kadang aku memuntahkannya di sekitaran bibirku sebagai tanda untuk ibu kalau aku sudah bosan minum susu. Dan hanya makan nasi, itupun sedikit sekali. Aku harus mengurangi makanan lagi? bisa kelaparan aku.

Oh ya, kadang aku juga digendong Sukma. Itu, anak asing yang ayahnya buta dan tiba-tiba menitipkan Sukma ke ibu dan ayahku. Umurnya seumuranku, dia masih kelas lima. Sukma ini laki-laki dan sangat nakal. Anaknya hitam, suka ngambek kalau ibu menyuruhnya berjualan nasi kuning di sekolah. Tapi tidak pernah menolak permintaan ibu, apapun, bahkan menggendongku.

Pernah tau bagaimana rasanya kejang? Aku tiap hari melakukannya puluhan kali. Kalau otakku sedang menyuruh otot-ototku untuk kaku sekaku-kakunya seperti besi aku akan kejang. Kakiku menyilang dan terangkat ke atas, tidak bisa diapa-apakan. Tanganku yang kuncup akan melebar ke samping. Dan ibu akan memijatku sampai otot-ototku kembali lentur.

Oh ya, dulu aku pernah sekolah. Ada ibu guru yang datang ke rumah. Rumah ibu guru jauh sekali dari rumahku, ibu guru harus naik bemo dua kali untuk sampai ke rumahku. Tapi ibu guru itu baik, tidak meminta bayaran sama sekali. Sama ibu guru aku dipijat-pijat sampai akhirnya aku bisa duduk seperti sekarang, dulu aku Cuma bisa tidur lho.

Tapi ibu guru tidak pernah datang lagi. Aku tidak tahu kenapa.

Malam ini aku akan ke Blambangan dengan keluargaku, lengkap. Ditambah keluarga mbak Enya. Kita naik mobil dan ibu mengatakan kalau aku senang naik mobil ke ibunya mbak Enya, “Diem dia kalau naik mobil. Iya ‘kan Va? Seneng ya?”

Aku malu sekali.

Tapi sudahlah. Setidaknya aku ke Blambangan, alun-alun Banyuwangi yang sangat besar. Di sana aku melihat busana yang dirancang kakak pertamaku, Ais, dan teman-teman se-SMA-nya. Busananya bagus sekali. Hijau lembut dengan corak bali, makin cantik ketika diterangi lampu super terang.

Oh ya, sudah tahu nama ibu hebat sepanjang masa yang paling cantik punyaku? Namanya Fatimah, seperti nama anak perempuan nabi Muhammad yang paling sholehah.

Sudah ya, nanti-nanti aku cerita lagi tentang aku.

P.S. Catatan akan keingintahuan di suatu siang di Banyuwangi tentang Eva. Apa yang Eva pikirkan ketika mendengar suara kereta api lewat belakang rumahnya? Terutama apa yang Eva pikirkan tentang orang-orang luar biasa di sekitarnya?

Hai Eva, ini sepupumu. Bercerita tentangmu

Iklan

10 thoughts on “Halo, namaku Eva

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s