Short Review

Ada beberapa buku yang sudah saya baca liburan ini. Seperti Charlie di film The Perks of Being A Wallflower waktu ditanya gurunya, “siapa yang mau menghabiskan liburan musim panas dengan membaca?” dan Charlie satu-satunya yang angkat tangan. Saya juga begitu.

Ada banyaaaakkk buku yang sudah saya baca, sementara ini dikumpulkan untuk di short review dulu yaa 😀

1.       A Shoulder To Cry On: Rya N. Badaria

Well, dari awal sudah bisa ketebak cerita berjalan kemana. Triangle love, ups, more like koreanish square love. Saya berusaha keras untuk baca buku ini sampai habis. Sangat keras, sampai hamper menyerah.

Untuk seorang pemenang KLA saya berharap banyak dari mbak Rya, ternyata gaya penulisannya lambat dan juga alurnya. Bahkan dari awal baca udah tau cerita ini berakhir dimana.

2 of 5 stars

 2.       Here, After: Mahir Pradana

Ini cerita paling unik yang pernah saya baca. Ada 10 tokoh, dengan masing-masing POV-1 dan masalahnya. 10 tokoh itupun saling berhubungan satu sama lain. Kisahnya juga berbeda-beda. Mulai dari LDR, perselingkuhan, sampai pembunuhan.

Saya paling suka bagian putra dan rumah sakit jiwa itu *lupa nama tokohnya*. Saya tertipu sama Putra. Awalnya ngira, ini mau ikut-ikut Dee dialog nggak pake tanda “petik”? ternyata … ada yang membuat dialognya seperti itu. Tertipu. Habis-habisan.

4 of 5 stars

 3.       Mencari Tepi Langit: Fauzan Mukrim

Tidak banyak yang bisa diceritakan karena … saya emang belum selesai baca :p jujur baca ini rasanya capek. Terlalu bertele-tele dan jadi geregetan apaan sih tepi langit ituuuu …

4.       The Five People You Meet In Heaven: Mitch Albom.

Tentang Eddie yang telah meninggal dan bertemu lima orang dalam hidupnya di surga, sebelum dia mencapai kedamaian. Idenya bagus. Dan jalan ceritanya mengalir gitu aja.

Buku ini membuat saya sadar bahwa kita semua terhubung bahkan dengan orang yang tidak kita kenal sekalipun. Orang-orang itu yang membangun hidup kita hingga sekarang, orang-orang masa lalu.

Saya suka sifat sarkastik Eddie, rasa bersalahnya, dan perasaannya pada hidup yang apatis.

4 of 5 stars

 5.       The Fault In Our Stars: John Green

Saya harus bikin surat untuk Augustus Waters. Karena novel ini salah satu novel yang paliiinggg saya sukai. Pokoknya John Green is my spirit animal. Tokohnya yang kuat. Hazel yang sarkastis. Gus dengan merokok tapi nggak ngerokok-nya. Amsterdam. Nanti akan saya bikin review tersendiri.

5 of 5 stars

 6.       Looking for Alaska: John Green

Masih tentang John Green. Karena setelah baca TFIOS saya langsung hunting novelnya John Green. Looking for Alaska sendiri bercerita tentang seorang anak yang mencari tahu alas an Alaska, temannya meninggal. Anak ini sendiri sangat terobsesi dengan kalimat-kalimat terakhir orang-orang terkenal.

Hwe’e tertipu judul, ‘kan? Awalnya aku juga mengira ini novel petualangan menuju Alaska, Negara bagian di AS sono. Ternyata Alaska di sini Alaska Young, anak perempuan 16 tahun yang selalu sarkastik dalam hidup.

4 of 5 stars

 7.       Slammed: Colleen Hoveer

Awalnya nemu buku ini karena goodreads ngasih rating tinggi. Dibacalah. Dan ternyata, bagus sodara-sodara. Slammed tentang The Girl who got slammed di SMA-nya. Saya suka dengan gaya Collen Hoveer yang mengalir, POV satunya juga nggak bikin capek. Terlebih selalu ada pesan yang disampaikan di dalamnya.

3 of 5 Stars

 8.       Speak: Anderson Laurie

Hah kayaknya buku yang saya baca lagi banyak tentang sexual abuse ya. Speak bercerita tentang Melinda yang baru saja masuk SMA. Orang tua Melinda merasa aneh karena anaknya jadi pendiam dan tertutup. Sampai akhirnya ketahuanlah alasannya … poor Melinda. Di buku POV satunya benar-benar bikin saya merasakan jadi Melinda dan pengin nendang cowok itu ke laut.
4 of 5 stars.

 9.       Hopeless: Colleen Hoveer

Masih soal sexual abuse. Dan Colleen Hoveer setelah slammed yang bikin saya jatuh cinta padanya saya jadi double jatuh cinta sama Colleen Hoveer.

Hopeless tentang Sky yang tidak pernah merasakan butterfly padahal sudah sering bergonta-ganti pasangan. Hingga dia bertemu Dean Holder. Pria dengan tato hopeless di tangannya. yang membuat perutnya melilit lalu detik kemudian membuatnya ketakutan karena Dean selalu mengikutinya. Cerita bergulir ketika Sky mulai ingat masa lalunya. Dan twist yang dibikin Colleen sukses bikin aku nggak nyangka.

“I live you Sky.”

Suka banget asal muasal kata live di sini. when you mix the word like and love you’ll find live.

I live you colleen hover

4,5 of 5 stars.

 10.   Wuthering Heights: Emily Bronte

Ini cerita penuh kebencian dari semua cerita yang pernah saya baca. Si Heatcliff ini kayak nggak punya hati. Jahatnya minta ampun *tapi saya suka :p* dan ada satu kalimat yang saya suka di buku ini. Waktu Catherine berkata soal perasaannya pada Heatcliff sama pembantunya, “aku mencintainya karena dia lebih aku daripada diriku sendiri.”

Somehow saya suka dengan kata-kata itu. Melihat cerminan kita pada diri orang lain kadang membuat kita lebih mudah mengenal diri kita.

3,5 of 5 stars

 11.   Easy: Tamara Webber

Lagi lagi soal sex abuse. Tapi Easy ini beda. Kalau biasanya di SMA easy menceritakan tentang perkuliahan, hohoho same aje neng. Di easy ini benar-benar kerasa suasana kuliah dan nyata. Bagaimana seorang tutor dan bagaimana kehidupan di asrama kuliah. Well, meskipun si cowok masih dalam tingkatan too good to be true tapi cerita ini lebih bernyawa dibandingkan Hopeless yang terkesan terlalu magical.

4,6 of 5 stars <— di atas hopeless dikit :p

12. Tango: Go Hye Sun

Kenapa jadi lupa kalau novel ini udah dibaca hihi … oh ya, Go Hye Sun ini kalau yang belum tau yang jadi Geum Jan Dhi di BBF. ternyata dia seorang penulis, penyanyi dan pelukis. lengkap sudah.

balik ke novelnya. di awal-awal aku suka deksripsi Go Hye Sun soal hidup. soal kepahitan kopi dan kenyataan di hidup. tapi makin ke belakang kok makin bertele-tele ya. butuh waktu setengah buku untuk move on dari pacar yang udah didepak. seperempat buku lainnya untuk bingung milih cowok yang bikin dia nyaman atau lelaki kaya yang tau-tau udah ngelamar dia. Tapi deksripsinya tetep juara. apalagi ada sketsa-sketsa buatan Go Hye Sun sendiri di buku itu.

3 of 5 stars

13. Sing Me To Sleep: Angela Morrison

dan novel ini ikut-ikut kelupaan. hoho … mungkin karena saya sudah terbius oleh pesona Augustus Waters-nya John Green waktu baca novel ini jadi agak sadistik dan nggak kasihan sama sekali sama tokoh utama yang punya penyakit kronis ini. Derek yang sudah sangat sempurna dan baik hati malah bikin saya membandingkan dengan Augustus Waters. sampai saya ngerasa bersalah harusnya baca novel ini sebelum The Fault In Our Stars biar nggak banding-bandingin. Kan si Derek nggak salah apa-apa :p

well, novel ini bercerita tentang Beth yang semula buruk rupa akhirnya ikut ke grup paduan suara, di sana dia merubah penampilannya menjadi cantik dan bertemu Derek, lelaki ceria yang selalu kelihatan kelelahan. and the story goes on … sampai Beth tahu rahasia Derek dan kenapa Derek selalu terlihat kelelahan.

3 of 5 stars

Hwaahh sekian dulu laporannya. Saya masih mau berkelana ke dunia yang lain. Banyak, masih banyak. Masih harus ke Prancis dengan Anna and the French kiss. Masih harus Tanya ke Margaret apa udah ketemu Tuhan di are you there god? Is me, Margareth.

Hush, hush.

Almost.

Perfect chemistry.

The truth about forever.

Then we came to the end.

1984.

Thirteen reasons why.

HWAAAA SAYA SENANG 😀

Liburan ini benar-benar harus menghabiskan mereka semuanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s