Augustus Waters Deserves A Life

“You don’t get to choose if you get hurt in this world, but you do have some say in who hurts you.”

-Augustus Waters-

To           : John Green

From       : Enya Rima

Subject  : Augustus Waters Deserves A Life

Dear John Green, apakah anda tahu kalau sebenarnya saya ingin mengirim surat ini ke Augutus Waters? Tapi tidak jadi. Tahu kenapa? Karena anda penulis yang tidak suka melihat pembacanya senang. Karena itu saya menuliskan ini untuk anda.

Kadang saya berpikir apakah semua penulis mempunyai hobby yang sama. Menciptakan karakter kuat, mudah dicintai lalu ketika pembaca sudah mulai cinta mati dengan karakter itu … boom si penulis mematikan karakter itu.

Augustus Waters tidak akan menerima surat saya karena dia sudah dikubur dan ditumbuhi rumput ditangisi Hazel Grace cinta matinya! Ini membuat saya ingin menangis di pojokan kamar lagi.

John Green salah satu penulis terjahat yang pernah saya temui selain Suzanne Collins. Karena anda, saya jadi bersikap sinis dan sadistik dengan semua karakter lain yang sakit kanker lalu mati karenanya. Tidak ada yang bisa mengalahkan Augustus Waters, mimpi kalian kalau membuat saya menangis karena penyakit cemen itu! Ah, saya memang jahat karena anda dan Gus.

Seperti Hazel Grace yang rela terbang ke Belanda untuk tahu akhir novel favoritnya saya mengharapkan yang sama dari anda, melalui surat ini.

Buat Gus jadi motivator kanker seperti Patrick yang bicara omong kosong dan memuakkan itu, asal dia masih bernafas. Buat hanya untukku.

Atau Gus jadi penulis seperti Van Houten, penulis pemabuk menyebalkan itu. Buat agar dia menulis kisah Hazel Grace dan bagaimana dia melewati hidup bersamanya. Buat hanya untukku.

Atau buat Gus hidup bahagia selamanya bersama Hazel Grace. Klise memang, tapi semua orang suka cerita klise yang berakhir bahagia.

Atau buat saja Gus hidup. Supaya aku bisa meraba dan mengagumi Gus, bukan menangisinya.

Augustus Waters deserves a life, bukan mati karena sel kanker sialan yang menjalar di seluruh tubuhnya ketika menemani kekasihnya ke Belanda. Itu, tidak benar.

Anda ingin tahu suatu rahasia John Green? Sebagian besar pembaca fiksi ingin akhir yang bahagia karena sudah terlalu bosan dengan kenyataan yang mengecewakan.  Termasuk saya.

Jika anda berdiri di depan computer lalu mulai mengetik, bersikap sebagai penulis penurut yang menuruti keinginan pembacanya tidak seperti Van Houten saya akan sangat berterima kasih. Untuk Augustus Waters dan dunia The Fault In Our Stars.

Kalau tidak … sudahlah, saya tidak ingin membayangkannya.

tulisan ini ikut meramaikan giveaway novel metropop. kalau ada yang tertarik silahkan klik di sini. giveaway-nya cuma sampai hari minggu besok. 😀

Ah, akhirnya saya bikin twitter dan langsung nemu giveaway ini. Alasan bikin twitter sih simple, tiap mau ikut giveaway seperti ini selalu ada kendala harus mention ke twitter bla bla bla … saking kepinginnya ikut giveaway-yang gak pernah keturutan-sampai bikin twitter 😛

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s