Setiap Tempat Punya Cerita (Enya Rima Rahman)

Judul: Galanem, Margantoko

SAM_1412

Jika ke Madura kalian tidak akan mendengar desa kecil bernama Margantoko. Tidak ada air bersih—kecuali sumur berwarna cokelat—di sana. Tidak akan kalian temukan pegunungan indah karena hanya terdapat beberapa gunungan sampah yang di akhir minggu akan dibakar warganya.

Tidak akan kalian temukan taman yang indah penuh bunga melainkan deretan rumput dan pohon kering di musim kemarau. Entah apa yang terjadi pada musim hujan, mungkin ada banyak air di sana.

Tapi cobalah masuk ke Margantoko, berhentilah di SD manis. Seperti namanya kalian akan menemukan anak-anak manis tapi bandel di sana. Datanglah membawa beberapa wafer cokelat lalu hampiri mereka. Mereka akan mengelilingi kalian seolah kalian adalah superman, atau mereka tidak tahu siapa superman.

Atau kalian dapat menyusuri hamburan sawah yang menjulang hingga ke ujung, melalui jalan-jalan sempit di sana. Ah, sebelumnya lihatlah dahulu gedung diantara beberapa pohon yang ada di ujung sawah itu, itu tujuan kita.

Ketika sampai berhentilah di SD 3 Margantoko. Tidak ada listrik memang tapi lihatlah anak-anak penuh semangat di sana. Ucapkan salam lalu kalian akan segera ditanyai dengan berbagai pertanyaan.

“dari Jawa ya bu?”

“dari Jawa ya pak?”

Atau … kalian dapat sekedar berjalan-jalan. Bertegur sapa, “galanem.” Pada orang yang berseliweran maka mereka akan membalas, “toreh.” Dengan senyum terlebarnya.

Jangan bayangkan celurit, atau sakerah atau kumis panjang mereka. Kalian harus percaya budaya tidak dibangun dengan kekerasan, tapi sopan santun warganya.

Jika berhenti dan berbelok di Margantoko berhentilah di sekolah-sekolah itu. Dekati salah satu murid mereka, angkat tangan kalian ke atas lalu teriaklah, “give me five!” dengan sangat keras.

Mereka akan berebut membalas tangan kalian sambil tertawa-tawa. Dengan tepukan keras, amat keras dan paling keras. Lalu saling berteriak give me five pada temannya yang lain.

Jika berhenti dan berbelok di Margantoko hirup udara pengapnya, rasakan aroma tanahnya yang berbeda. Jangan bayangkan pantai Lombang yang berair tenang, pasir putih lembut dan deretan cemara udang yang terletak di ujung Madura itu.

Margantoko hanya salah satu desa di Madura dengan anak penuh debu yang kebanyakan tidak lancar berbahasa Indonesia.

Tapi di sana, kalian akan merasa seperti di rumah.

Dan kurasa tidak ada tempat wisata yang mengalahkan kerinduan perasaan akan rumah.

Surabaya, 24-02-2013. Apa mereka masih ingat aku, seperti aku yang saat ini—tiba-tiba saja—ingat mereka.

Iklan

One thought on “Setiap Tempat Punya Cerita (Enya Rima Rahman)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s