(500) Days Of Summer: A Brief Review

Gila, judulnya sok serius banget. hehe … tapi kali ini saya akan mereview film yang dirilis tahun 2009 dan entah kenapa saya baru melihat film ini.

Pertama:

This is a story of boy meets girl 

This is not about love story

Well, well. Quote-nya saja sudah membuat kita bertanya-tanya mana ada cewek ketemu cowok bukan soal cerita cinta?

Dan coba baca opening credit berikut ini:

Pertama lihat opening creditnya langsung tersedak 😀

Jadi, cerita ini mengenai Tom Hansen, pemuda yang sangat percaya bahwa suatu hari dia akan menemukan the one yang akan membuatnya benar-benar bahagia.

Lalu ada Summer Finn, wanita yang tidak percaya dengan cinta sejak orang tuanya bercerai.

Cerita berawal ketika Summer secara sepihak memutuskan Tom tanpa alasan yang jelas. Tom memecahkan piring tanpa menunjukkan ekspresi apapun sampai adiknya datang dan Tom menceritakan bahwa Summer adalah the one dan dia tidak mengerti kenapa Summer memutuskannya.

Adegan selanjutnya adalah alur maju-mundur dari hari pertama Tom bertemu Summer; bagaimana Tom tergila-gila dengan Summer, si wanita Michigan cantik yang dikenal bitch karena kesombongannya. Bagaimana Tom akhirnya bisa mengobrol dengan Summer karena sama-sama suka The Smiths, Knight Rider dan hal-hal abstrak yang semula Tom pikir hanya dia yang suka. Lalu bagaimana Summer menggarisbawahi saat ini dia sedang tidak ingin sesuatu yang serius.

Dimulailah HTS (ceila) Tom dan Summer selama ratusan hari. Karena itulah judulnya 500 days of summer, bagaimana Tom awal berkenalan dengan Summer hingga hari ke lima ratus yang membuatnya menyadari banyak hal.

Tapi semua hal yang menyenangkan itu, yang membuat Tom berbunga-bunga dan bahagia karena Summer adalah pelengkap hidupnya kenapa tiba-tiba Summer memutuskan Tom? Ada orang lain? Tidak. Summer tidak pernah selingkuh. Sakit parah? itu terlalu sinetron. Karena takut dengan komitmen? Ayolah, Tom adalah satu-satunya orang yang diceritakan mengenai perceraian keluarganya. Lalu … kenapa?! well, bisa lihat sendiri.

This is not a love story

This is a story about love

Film ini benar-benar beda dari film komedi-romantis lainnya. Dari segi pengambilan gambar, penyampaian setiap kalimatnya, narasinya yang terlalu nyata, dan hal-hal klise yang terasa familiar tapi diolah dengan sangat bagus. Saya nyesel kenapa baru lihat tahun ini.

Dan saya rasa film ini adalah trendsetter di tumblr. Mulai dari reality vs expectation yang sering berkeliaran di tumblr, two kind of people yang juga sering berkeliaran.

Kalau ingin refreshing dari komedi-romantis yang hanya bisa membuat senyum tipis, itupun terpaksa, maka film ini adalah obatnya. Dijamin ketawa dengan chemistry mereka yang terjalin kuat, dengan Tom yang patah hati dan tingkah pasangan ini yang sering membuat banyak orang berkata hey, itu kayak aku sama mantanku.

Oh dan film ini berhasil membuat otak saya yang semula hampir kebakar gara-gara membahas skripsi menjadi padam lagi. Terutama waktu Tom mengingat Summer dan mencoba membenci Summer di bis ketika lagu the Smiths terdengar di telinganya Tom langsung teriak, “I HATE THIS SONG!” sampai supir bis harus ngusir dia. Bener-bener bikin ketawa ngakak.

Dan akhir film ini jelasnya memberi kita pelajaran bahwa kita tidak boleh hanya melihat sisi baiknya saja, terkadang kita lupa dengan sisi buruk itu. Cinta, pada dasarnya datang bukan karena kebetulan.

P.S. Saya suka tatto dari bulpen yang Tom buat untuk Summer, khusus. Di sini Tom mahasiswa arsitek yang entah kenapa kerja di perusahaan kartu ucapan. Saya kebelet lihat film ini karena si Joseph Gordon-Levitt ngomong-ngomong. Waktu lihat aktingnya di 50/50 dan inception saya langsung terkesima. man, this dude is really can act. 

Iklan

2 thoughts on “(500) Days Of Summer: A Brief Review

  1. Benar sekali, dan waktu awal-awal lihat saya sempet ngira Summer ini actual bicth hahaha 😀 baru di akhir saya sadar. Di dunia nyata banyak Summer-Summer lain, yang cuma butuh orang di waktu yang tepat. Kayak yang dikatakan Tom.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s