Day 1 Song Literature: Apologize (One Republic)

Maaf. M-a-a-f. M A A F. Biar kukatakan padamu, sshh, diam dan biar kukatakan padamu, ada empat tipe orang mengucapkan maaf:

Pertama, orang yang terlalu sopan hingga melihat lawan bicara saja dia akan meminta maaf. Kedua, orang yang menyukai mengucapkan maaf hingga lupa dengan maknanya—pada dasarnya mereka orang menyebalkan—menyela pembicaraan orang, maaf. Menyerobot antrian, maaf. Mengambil makanan orang tanpa ijin, maaf. Ketiga, orang yang sangat-sangat sulit meminta maaf dan seringnya mengucapkan, aku nggak bermaksud kok, itu salahmu. Dan keempat, kamu, ya, kamu.

“Kenapa?” tanyamu.

“Maaf, aku nggak bisa jawab.” Dan itu, penggunaan maaf yang kelima. Jika kamu belum tahu artinya, itu artinya maaf aku nggak ada waktu sama omong kosongmu.

“Tapi aku cinta kamu.” Kamu menggenggam tanganku.

“Ya, dan aku cinta bakso.”

“Kemu kenapa sih? Aku minta maaf, aku masih cinta kamu. Masih sangat cinta.”

Aku tersenyum. “Aku tau.”

“Cuma tau? Aku ngungkapin perasaanku ke kamu dan kamu cuma bilang tau?”

Aku melihat sekeliling, karena sebentar lagi kamu akan berbicara panjang lebar mengenai perjalanan cinta kita. Oh, sinetron, memang kita bertemu seperti sinetron atau cerita di FTV semacam aku melihatmu di restoran lalu meminta nomor teleponmu dan kita berkenalan. Dari itu aku tahu pelajaran, restoran bukan tempat cukup bagus untuk berkenalan. Sinetron dan FTV salah.

Di sebelahku terdapat sepasang suami istri, mereka berdua sibuk—dengan ponsel masing-masing. Satunya tertawa, satunya serius. Di depanmu ada pelayan yang menyajikan makanan, dari ID-nya dia masih training, namun dia manis sekali selalu tersenyum di depan pelanggan. Sementara di sisi kiriku, duduk di meja yang ada di luar restoran, terdapat wanita yang sedang merapikan rambutnya ke salah satu sisi pundaknya.

Dia memutar cangkir kopinya, kopi hitam, aku selalu merasa cantik sekali jika wanita mampu meminum kopi hitam. Perlahan dia menopang tangannya dengan dagu, mengambil buku yang tadi dia letakkan di meja untuk menyeruput kopi itu. Lalu dengan sangat perlahan dia menyandarkan diri di kursi, mengangkat bukunya hingga ke wajah dan mulai membaca.

“Kamu tau,” kataku, aku berpaling padamu sebelum melirik sebentar pada wanita di luar restoran tadi, “kamu minta maafnya telat.” Aku tersenyum padamu, berdiri tanpa memberimu kesempatan sedikitpun untuk berbicara.

Sambil memasukkan satu tanganku ke saku celana aku menarik kursi kosong yang ada di depan wanita ini, dia masih asik membaca, manis sekali. Karena suara gesekan kursi dia menurukan bukunya, menatapku tidak senang.

“Maaf, apa kursi ini kosong?” itu adalah tipe maaf keenam. Maaf, anda cantik kursi ini kosong jadi bagaimana kalau kita berkenalan? 

Tulisan ini karena seharian mendengarkan lagu One Republic, Apologize dan baru sadar kalau lagu ini enak banget.

Oke, saya mau menantang diri saya sendiri untuk menulis selama enam  hari (kenapa enam hari? karena modem saya tinggal 6 hari lagi paketannya 😛 diedit karena ternyata tinggal enam hari lagi paketan saya, hiks) dan tulisannya mengenai song literature. Doakan saya ya?

Iklan

One thought on “Day 1 Song Literature: Apologize (One Republic)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s