Day 2 Song Literature: After Midnight (Blink 182)

Setelah kemarin saya bikin cerita dari One Republic sekarang saya mau bikin dari band Rock favorit saya setelah Coldplay Blink 182 dan lagu baru mereka yang kece After Midnight (ini lagu enak banget dah, kece badai)

It’s the longest start but the end’s not too far away. Did you know? I’m here to stay -Blink 182

“Kamu mabok air mata ya?” katanya ketika aku mencondongkan diri padanya. Dengan sopan dia mendorongku untuk kembali duduk.

Aku tersenyum masam. Jam di sebelahku menunjukkan pukul setengah satu malam, itu artinya sudah hampir lima jam aku menangis. Menghabiskan satu kotak tisu, pundaknya yang kujadikan sandaran dan belasan permintaannya untuk berhenti menangis. Aku lelah, lapar dan ingin percaya kalau air mata mengandung alkohol agar aku benar-benar mabuk dan ini semua hanya khayalanku saja.

“Apa orang bisa mati karena nangis?” tanyaku.

Dia mengedikkan bahu. “Yang aku tau orang mati karena nggak nafas.” Dia memandangku lalu seolah diingatkan oleh sesuatu dia berpaling, aku mencoba meraihnya tapi dia menepisnya halus. “Jendelamu masih kebuka, biar aku tutup.” Katanya.

“Ingat waktu pertama kali kamu masuk lewat jendela itu?” aku mengusap ingusku dengan tisu yang terakhir. Mengingat itu kami sama-sama tersenyum. “Kamu lebih sering pake jendela daripada masuk lewat pintu.” Tambahku.

“Ya, dan sekalinya aku lewat pintu Mamamu langsung ngusir aku.”

Ada perasaan lega di dadaku ketika kami tertawa, kenangan itu untuk sementara akan menjadi hal menyenangkan untuk diingat. Ketika dia masuk ke dalam kamarku melalui jendela, lalu kami menghabiskan waktu dengan McDonald yang dia bawa untukku sambil menonton Home Alone untuk kesejuta kalinya. Atau ketika dia memaksaku untuk mengatur ulang kamar karena menurutnya kamarku terlalu membosankan. Juga ketika dia cemburu dengan poster Donghae yang terpasang di depan tempat tidurku. Aku akan merindukan itu.

“Dan waktu Mama curiga sama kamu karena kamu langsung tau dimana kamarku.” Katakuku. “Ekspresimu lucu banget.”

“Ya menurutmu? Aku hampir ketauan sering masuk ke kamar putrinya lewat jendela … aku bisa dibunuh Ayahku kalau tau.”

“Nggak bakal dibunuh kok. Paling cuma dicincang dan nggak diaku jadi anak.”

Hanya senyum sekilas yang tampak di wajahnya, dia menatap keluar jendelaku. Kami kembali dikelilingi hening. Aku membersihkan tenggorokanku, menghapus air mataku. Dengan suara yang parau aku berkata. “Aku mau pizza.”

“Kamu selalu nyusahin orang ya?”

“Nangis bikin laper tau! Apalagi aku udah nangis berjam-jam sampe pengin mati rasanya.”

“Oke, biar aku lihat di kulkas ada apa.” Katanya tanpa menatapku. Dia membuka pintu kamarku. Ada rasa aneh dalam diriku ketika dia membuka pintu kamarku.

“Aku … aku tunggu kamu di tangga.”

Melihat siluetnya semakin menghilang di balik pintu. Sesuatu di dalam diriku memerintahkan untuk segera berlari memeluk punggungnya. Di sana, aku menangis. “Malam ini aja, aku mau nangis malam ini aja.”

Aku segera melepas pelukanku ketika mendengar suara pintu terbuka. Aku mundur beberapa langkah menyadari Ayah di depanku, menatap kami dengan pandangan aneh, “Sedang apa kalian? Nate, jangan ganggu adikmu ini udah malam.”

Oke, itu cerita gejenya. Besok mungkin saya mau pake lagu Indonesia (yamasa impor mulu?) betewe saya kok kalau mau insert youtube nggak bisa muncul videonya ya? cuma linknya. ini … bukannya cuma tinggal copas ke post ya? Kok nggak bisa? kok Nggak bisa? Ada yang tau kenapa?

Iklan

One thought on “Day 2 Song Literature: After Midnight (Blink 182)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s