Day 4 Song Literature: Akireru Kurai Bokura wa Negaou (Nishikido Ryo Cover)

Kazoekirenai sono namida ga egao ni kawaru hi made. Zutto te o tsunagou

Until the day those countless tears turn into a smile. Let’s keep holding hands 

Diantara dua ribu wisudawan di sini, aku bukan apa-apa. Aku tidak termasuk mahasiswa terpandai juga tidak pernah memenangkan medali apapun—dosen-dosen memang mengenalku tapi untuk alasan lain, bukan urusan akademisku. Tapi hari ini aku dibuat menangis oleh satu orang paling cupu di kampus, yang selalu duduk di belakang dan tak tertarik pada dunia. Yang semula kukira dia tidak pernah ada dan memang kuanggap tidak ada.

Dia sedang berada di mimbar depan, berbicara di hadapan dua ribu wisudawan dan orang tua-orang tua mereka. Alih-alih membacakan kertas pidato yang ada di depannya dia menutupnya kemudian menatap tepat ke mataku. Ketika mata kami bersatu aku merasakan getaran panas di dalam dadaku.

Setelah menghela nafas dia berkata, “hari ini saya ingin berterima kasih pada satu orang yang tanpanya saya tidak akan dapat berdiri di depan sini.” dia membungkukkan badannya padaku, membuat toganya hampir terlepas jika dia tidak segera memegangnya.

Aku hanya dapat menggigit bibir bawahku ketika kamera tersorot ke arahku dan seisi auditorium menatap padaku.

***

Dia sedang berjalan sempoyongan karena buku-buku tebal yang dia bawa. Aku sempat berpikir apa dia gila membawa buku sebanyak itu ke kampus? Tapi aku tetap terus memerhatikannya sementara teman-temanku yang lain sibuk membicarakan dosen menyebalkan tadi pagi.

Dia tersandung, membuat buku-bukunya berjatuhan. Aku segera berlari untuk membantunya, tak menghiraukan tawa teman-temanku yang sangat keras padanya.

Aku tersenyum padanya. “Sini biar aku bawakan setengah.” Kataku sambil membantunya berdiri, “wah kamu keren bawa buku sebanyak ini, aku nyatet aja nggak pernah. Paling fotocopy.” Candaku. Tapi saat itu dia sedang dalam mood untuk bercanda.

Aku menyenggol pundaknya. “Kamu mau pulang?”

Hanya anggukan yang kudapat. Dari pengamatanku sejujurnya dia lebih tinggi dariku jika saja dia tidak bungkuk.

“Rumahmu dimana ngomong-ngomong? Bakal susah bawa pulang buku segini banyak.”

Hari itu aku mengetahui banyak hal-hal baru darinya. Kami bertetangga misalnya, satu hal yang membuatku terkejut. Jarak rumahnya dan rumahku hanya beberap rumah tapi aku bahkan tidak pernah bicara padanya. Atau dia sangat pintar hingga mau membantuku mengerjakan makalah yang aku yakin tidak akan pernah aku kerjakan. Sejak hari itu kami menjadi teman dan dia tidak lagi membungkuk ketika berjalan.

***

“Hari itu saya membawa banyak buku pulang karena saya berencana mengakhiri hidup saya. Orang tua saya baru bercerai, lingkungan kampus tidak membantu dan saya merasa tidak layak hidup di dunia ini. Terima kasih, terima kasih karena bersedia berbicara dengan saya di hari itu. Terima kasih karena bersedia menjadi teman saya setelahnya. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan saya jika anda tidak tersenyum pada saya waktu itu. Tersenyum pada orang asing tidak mengurangi apapun di hidup anda semua tapi anda tidak pernah tahu pengaruh senyum anda pada hidup orang tersebut.”

****

Oh ya, lagu ini liriknya bikin melting yang membuat saya terinspirasi membuat cerita ini. Lagu ini aslinya milik TOKIO yang di cover oleh Nishikido Ryo, ituloh yang jadi pacarnya Ikeuchi Aya di One liter of tears (dan suaranya Nishikido Ryo bagus banget) saya udah nyoba cari link youtube-nya tapi nggak nemu padahal serius lagu ini keren banget ditambah suara Rock-nya Nishikido Ryo.

Oh dan cerita-cerita song literature saya kemarin bisa dilihat di sini dan di sini cerita song literature day 3

Ini dia lirik dan terjemahannya dalam bahasa Inggris:

Akireru Kurai Bokura wa Negaou (We’ll wish so hard you won’t believe it)

 Shinjiru koto osoretari dareka no tame ni uso o tsuitari

Minna chigau kao shite mieru kedo sorezore ga omoi no katachi

Totemo benri na mono ja nai daiya no you na kirameki mo nai

Dakedo itsumo kokoro no oku no heya o tomoshite kureru akari

Dou ni mo kiyou ja nakute kizutsukeru koto mo aru

Demo kitto yurishiaeru sa

Akireru kurai bokura wa negai sekai wa hitotsu ni naru

Hikari no nai yoru mo koete yuku yo

Kazoekirenai sono namida ga ashita o nurasu mae ni

Sotto te o tsunagou

Kagayaku mirai kokoro ni chikai sekai wa hitotsu ni naru

Owari no nai yume o nosete yuku yo

Kazoekirenai sono namida ga egao ni kawaru hi made

Zutto te o tsunagou

Dan ini terjemahannya ke bahasa Inggris:

Being afraid to believe, lying for someone’s sake

Everybody’s face looks different, but each one is the shape of their feelings

It’s not something very convenient, it doesn’t shimmer like a diamond

But the light always shines on the room in the depths of my heart

We’re so clumsy, we hurt others sometimes

But surely we can forgive each other

We’ll wish so hard you won’t believe it, and the world will become as one

We’ll even cross over the dark night

Before those countless tears dampen tomorrow

Let’s softly join hands

We’ll make a promise to a shining future, and the world will become as one

We’ll place our endless dreams on it

Until the day those countless tears turn into a smile

Let’s keep holding hands

Jepang udah, besok mau Korea ah atau Islandia hehehe ….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s