(Bukan) Pendiam

Sejujurnya, I love observing. Saya tahu bahwa kucing hitaam-oranye di depan rumah saya selalu menunggu majikannya pulang dengan duduk manis sambil sesekali menengok ke belakang, ke rumah majikannya, setiap malam. Meskipun saya yakin kucing hitam-oranye itu tahu majikannya sudah pindah dan meninggalkannya.

Saya tahu bagaimana orang melihat saya, bagaimana ketika mereka pertama bertemu saya mereka merasa sungkan menggoda dan membuka satu pembicaraan dengan saya. Saya tahu ketika orang mulai tidak nyaman berada di dekat saya, dan saya menjauh karena berada di dekatnya hanya akan membuat suasana lebih buruk; untuknya dan saya.

Saya tahu saya butuh waktu cukup lama untuk beradaptasi di lingkungan baru, satu atau dua bulan, sampai saya benar-benar merasa nyaman. Saya juga tahu selama waktu itu saya selalu menjadi lebih pendiam dari biasanya, saya jarang tersenyum kepada orang-orang dan bingung apa yang harus saya katakan kepada mereka hingga satu-satunya pilihan yang tepat hanya … diam.

Saya tahu ketika orang mulai merasa nyaman dengan saya, ketika mereka mulai bercerita mengenai perasaan mereka tapi saya tetap menjaga jarak, entah karena apa, dari mereka. Salah satu teman mengatakan saya terlalu menyekat-nyekat kehidupan pribadi, sosial dan pertemanan. Saya mencoba untuk tidak begitu, tapi, itulah saya.

Saya tahu alasan saya menyekat-nyekat hal itu. Semua hal timbul dengan alasan, entah baik dan buruk, saya yakin kenangan penyebab alasan itu yang membuat saya menciptakan penyekat kuat di dalam pikiran saya. Atau memang penyekat ini diturunkan dari Ayah dan Ibu saya.

Pada akkhirnya, sayapun tahu saya bukan orang yang pendiam, saya tidak bisa diam, percaya deh saya sungguh-sungguh tidak bisa diam bahkan cenderung mengganggu. Hanya saja, menurut saya, semua orang itu pendiam ketika Anda belum mengenal mereka.

Terima kasih mau mengenal saya.

Iklan

One thought on “(Bukan) Pendiam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s