Saya, Self-Esteem, dan Anxiety

I’m not an optimist. I’m fifty-one kilos full of anxiety and sarcasm.

Saya tahu kalimat di atas bukan kalimat motivasi yang sering didengungkan Mario Teguh atau motivator lainnya yang mempunyai mulut lebih mahal dibandingkan sebagian orang. Tapi hey, kalimat di atas adalah alasan kenapa ada banyak Mario Teguh saat ini. Alasan kenapa kata-kata motivasi diburu dan bertebaran seperti nyamuk selokan di instagram.

Dove, salah satu brand terbesar di dunia tahun lalu gencar mengkampanyekan self-esteem dan bagaimana itu mempengaruhi pikiran kita, entah wanita ataupun pria. Dan di bawah ini videonya:

Video tersebut bercerita mengenai seorang ahli sketsa yang diberi misi untuk menggambar wanita berdasarkan penjabaran wanita itu sendiri, tanpa melihat. Kemudian ahli sketsa menggambar wanita yang sama, kali ini dari perspektif yang berbeda, melalui orang-orang yang sempat mengobrol dengan wanita tadi.

Hasilnya, orang yang sama namun gambar yang berbeda. Di gambar yang pertama (hasil deskripsi si objek gambar sendiri) wanita tersebut terlihat tua, lelah, dan tidak bahagia. Sementara gambar kedua berdasarkan deskripsi orang lain menunjukkan deskripsi yang berbeda, sangat, wanita yang sangat optimis, penuh semangat dengan senyum yang cantik.

Pertama kali melihatnya, saya tertegun. Orang-orang mengira saya adalah jenis orang yang sangat bersemangat untuk hal-hal kecil, cerewet, heboh, dan cuek. Namun, sama halnya dengan wanita di dalam gambar itu, setiap malam saya masih dilanda kecemasan akan pandangan orang terhadap saya.

Jika saya melakukan kesalahan, saya akan mengingatnya selama berhari-hari (tahun bahkan dalam situasi tertentu) hingga saya tidak dapat fokus melakukan apapun.

Saya lebih senang terlihat sibuk, memainkan ponsel saya, membaca buku, mendengarkan musik melalui headphone, berjalan menatap jalan, dan hal-hal lainnya daripada berjalan tegak menyapa setiap orang dan tersenyum pada mereka. Ada apa dengan saya? Suatu ketika orang dari belahan dunia lain menanyakan hal yang sama melalui yahoo answer:

self-esteem

Entahlah, menurut saya self-esteem telah menjangkiti dunia, lebih berbahaya dibandingkan AIDS. Karena ketika Anda tidak menghargai diri Anda sendiri, orang lain tidak akan berkeinginan menghargai Anda.

Kalimat di atas teramat mudah diucapkan, saya tahu, karena saya menjadi munafik untuk kesekian kalinya. Saya sudah mencoba untuk menghargai diri saya, berulang kali memberikan hadiah pada diri saya yang telah berhasil mencapai sesuatu.

Tapi ketika saya terbangun jam dua pagi, semua kenangan buruk atau omongan yang seharusnya saya lupakan menyerbu dan membuat musuh terbesar saya “self-esteem”  muncul kembali.

Saya tidak tahu kenapa membuat postingan ini, ini bukan postingan pencerahan atau motivasi atau apapun. Hanya sebuah pengakuan bahwa saya telah terjangkiti self-esteem dan ingin bangkit dari itu.

Dan inilah jawaban dari pertanyaan yang menjangkiti saya itu:

self-esteem 2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s