Setangkup Kata untuk Kamu

Hai, ini untuk kamu yang aku tidak tahu tanggal lahirnya tapi ingat lelucon pertama yang kamu lontarkan untukku.

Untuk kamu yang aku tidak tahu berapa usiamu sekarang, dua puluh tigakah? Atau masih akan menginjak dua puluh tiga? Atau telah lebih satu-dua bulan?

Untuk kamu yang meskipun tidak begitu kukenal tapi aku ingat jelas telepon pertamamu. Malam hari, ketika kita ditenggelamkan oleh tugas-tugas yang membuatku hampir teriak kesetanan.

Untuk kamu yang membuatku menelan ludah, menahan nafas lalu membenarkan suaraku seindah mungkin hanya untuk menerima telepon pertamamu.

Untuk kamu yang aku tidak tahu makanan favoritmu. Apakah nasi campur atau wangi aroma kopi yang berhasil mengangkat nafsu makanmu? Kamu yang membuatku terjebak oleh cerita-ceritamu mengenai dunia baru yang kamu kunjungi di pertengahan semester.

Untuk kamu yang membuatku iri akan semua petualanganmu, yang jika bisa ingin kutarik kamu dan kupaksa untuk menuliskan semua petualanganmu di atas kertas lalu menyuruhmu membacakannya padaku.

Untuk  kamu yang hanya tersenyum ketika petualanganmu membawamu bertemu dosen wali selama berjam-jam. Aku tidak menyesal, katamu mantap padaku.

Untuk kamu yang mendekati mejaku di tengah perpustakaan dan kita bercanda mengenai hal-hal kecil yang tidak penting.“Tidak baik kalau wanita sering berjalan sendirian,” katamu padaku. Waktu itu, kamu ingat, obrolan terpanjang kita selama ratusan hari kita tak saling mengucap kata.

Untuk kamu yang mengatakan pada dunia bahwa aku adalah tali rumit yang tak bisa kamu lepaskan, tak ingin kamu lepaskan. Tapi bukan aku, kamu tidak mengatakannya padaku.

Kamu yang membuatku menunggu, menunggu hingga kamu samar dari hadapanku.

Dan tidak ada lagi kata kita.

Lalu aku mulai mengenal kata baru dalam kamus bernama kamu yang kusebut rindu.

Hai,

Jika suatu saat kamu temukan surat ini terlarung ke laut, atau terselip diantara buku-buku fiksi dengan kertas kuning. Jika takdir kembali mempertemukan mataku tenggelam dalam abu-abu matamu, bisakah kamu katakan hal-hal kecil yang kamu ingat dariku?

Agar aku tahu bahwa aku masih tali rumit milikmu; hingga sekarang.

Iklan

3 thoughts on “Setangkup Kata untuk Kamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s