Sebuah Penjelasan dan Alasan-alasan

Sudah dua bulan lebih sejak terakhir kali saya membuka blog ini. Tentu, akan ada banyak alasan yang saya paparkan tapi toh semua itu percuma karena janji saya beberapa bulan lalu untuk terus membuka blog. Parade bab-bab tak penting saya gembor-gemborkan, hilang digantikan kesibukan saya dengan kehidupan yang membuat saya lupa dengan blog ini.

Lalu saya mulai sadar bahwa saya bukan tipe orang yang bisa multitasking. Saya hanya bisa menyukai satu hal. Contohnya saya hanya bisa mengikuti Mockingjay ketika Mockingjay main di bioskop dan tidak bisa fokus dengan yang lain (Supernova misalnya, yang filmnya ternyata nggak sebagus yang saya harapkan). Dan selama hal itu sudah masuk ke kepala saya, saya nggak akan bisa keluar dari sana sebelum saya menumpahkan semuanya ke dalam tulisan tak beraturan ini.

Jadi, sekarang saya akan menumpahkannya supaya saya bisa kembali lagi fokus ke hal lain.

Kali ini, tanpa banyak menjelaskan alasan saya ingin Anda semua tahu salah satu alasan saya:

cr leethargic

Yup saudara, drama Pinocchio yang sekarang masih main di Korea adalah alasannya. Si Ki Ha Myung/Choi Dal Po inilah salah satu alasan kenapa saya jarang buka blog. Maksud saya, coba lihat lagi dia deh: (P.S. yang jadi Ki Ha Myung ini Lee Jong Suk saudara yang mana dia adalah jelmaan anak anjing yang berubah dalam wujud cowok umur 25 tahun)

Maksud saya … gini … maksudnya sebentar saya mau berubah jadi mode fans ababil yang menjelaskan kenapa si karakter dalam filem itu ngedip ke lawan mainnya tssaaah.

Pertama saya menemukan Lee Jong Suk ketika saya pinjam hard disk teman saya dan ada file I Hear Your Voice di folder drama korea teman saya. Setelah membaca di internet kalau drama ini booming banget tahun lalu dan saya sempat melihat dengan sebelah mata (karena puhlease, ini tentang anak SMA yang bisa baca pikiran orang jatuh cinta sama pengacara yang usianya hampir 30an, puhlease itu terlalu brondong dan terlalu gimana gitu).

Tapi, pandangan sebelah mata saya berubah ketika saya melihat I Hear Your Voice. Saya langsung jadi penggemar si penulis skenario Park Hye Run (Oke, kalau soal drama saya selalu jadi penggemar si penulis skenario daripada aktornya).

Caranya membangun karakter mulai dari awal pertemuan, bagaimana mereka jatuh cinta, bagaimana mereka saling memerlukan, sangat … nyata seperti ketika melihat kakek nenek kita mengobrol mengenai tukang bakso yang baru lewat di rumah mereka di sore hari sambil menyeruput teh. Segalanya terasa natural dan apa adanya.

Saya hampir menangis ketika Jang Hye Sung (diperankan dengan epik oleh Lee Bo Young yang membuatnya mendapat banyak penghargaan atas perannya ini) kehilangan orang yang paling disayanginya. Jang Hye Sung yang jutek, tidak pernah bisa mengucapkan kata ‘maaf’ dan ‘terima kasih’ tapi selalu berpikir rasional.

Tokoh favorit saya di I Hear Your Voice (selain Park Soo Ha, dan Jang Hye Sung) adalah ibu Hye Sung. Ibu yang sangat adorable, seperti ibu kebanyakan yang selalu mengatakan dia malu mempunyai putri seperti kita lalu membanggakan kita di belakang kita kepada teman-temannya. Ibu yang selalu mengolok kita tapi tetap mendukung apapun keinginan kita. Ibu yang, ah, drama ini menjadi salah satu drama dengan hubungan anak perempuan-ibu favorit saya sepanjang drama (bahkan film Hollywood nggak bisa menyamai kerennya hubungan anak dan ibu di drama ini) mereka begitu … nyata.

Lalu mata saya mulai nggak bisa lepas dari Park Soo Ha (yang dimainkan oleh Lee Jong Suk). Waktu di I Hear Your Voice saya akui aktingnya masih belum sematang akting Lee Bo Young dan Lee Bo Young yang harus ikut dengan alur akting Lee Jong Suk untuk menyamai levelnya tapi Lee Jong Suk punya kelebihan untuk membuat kita ikut tertawa kalau dia tertawa, ikut tersenyum kalau dia tersenyum.

Contoh konkret:

Ups, sorry salah insert gif. Tapi itu bonus. Ini yang bener.

Biarpun hitam-putih tapi rasanya kita pengin dia dapat cerita bahagia selama-lamanya.

Lalu sampailah saya pada fase mencari-drama-lain-yang-dibintangi-si-anak-anjing-lucu-ini.

Kemudian, ketika saya tahu bahwa dia akan main ci Pinocchio (saat itu Oktober, bertepatan dengan postingan terakhir saya di blog ini bukan?) saya sudah berniat untuk mengikuti drama aktor jelmaan anak anjing ini.

Di Pinocchio saya langsung bilang, “whoah” aktingnya udah berkembang jauh banget. Di sini dia menunjukkan banyak banget level emosi yang bikin saya teraduk-aduk waktu ngelihatnya. Mungkin si penulis skenario (yang mana masih Park Hye Run, I Love You Park Hye Run for giving Jong Suk this kind of role) tahu benar kalau Jong Suk punya range emosi yang lebar dan Park Soo Ha bukan karakter dengan range emosi panjang karena itulah dia “bersikeras” mau Jong Suk main di Pinocchio (selain Jong Suk dia nggak mau) si penulis kayaknya demen banget ama Jong Suk.

Saya tidak ingin menjelaskan panjang lebar mengenai Pinocchio yang pasti drama ini selain membuat saya sadar bahwa Jong Suk punya range emosi yang sangaaaatttt keren serta memukau, tapi saya juga disadarkan oleh hal lain bahwa Park Hye Run ahli membuat hubungan keluarga yang kuat.

Jika I Hear Your Voice dipenuhi hubungan Hye Sung dan sang ibu, Pinocchio penuh oleh hubungan kakek, ayah, In Ha, dan Dal Po yang unyu banget dan bikin saya mewek waktu Dal Po memutuskan pergi dari rumah.

Dan semua mewek dan rasa benci saya sama Dal Po yang pergi dari rumah hilang ketika kakek dan ayah membalas semua tindakan tidak masuk akal Dal Po dengan cinta (bukankah keluarga selalu seperti itu?) dan saya cuma bisa bilang aahhh setiap scene keluarga ini muncul.

Lalu akting Jong Suk yang sangat memukau tidak hanya bisa bikin saya tertawa ketika dia tertawa dan ikut bahagia ketika dia bahagia tapi juga ikut ngelus dada waktu dia sengsara dan meneteskan air mata waktu dia menangis.

Bukti konkret:

Anda bukan manusia kalau nggak sedih lihat adegan ini.

Lalu saya sampai pada fase dimana saya memasukkan Ki Ha Myung/Choi Dal Po, ke dalam karakter favorit saya dan saya ingin dia bahagia selama-lamanya layaknya Peeta Mellark di The Hunger Games dan Rasus di Ronggeng Dukuh Paruk yang merupakan dua karakter favorit saya. Begitu nyata akting Jong Suk sampai saya nggak rela kalau Ki Ha Myung bertindak bodoh dan pengin ngeluarin dia dari dunia yang diciptakan Park Hye Run dan ngasih cokelat panas sambil berbisik, “semua baik-baik saja Ha Myung-ah. Kakakmu baik-baik saja, kamu berhak bahagia.”

Ini saya tutup dengan:

P.S. Ngaku siapa yang nggak ngerasa kalau dia itu jelmaan anak kecil dalam tubuh 25 tahun waktu lihat gif ini? Jangan bohong pada diri Anda sendiri saudara. *pyung-pyung*

Demikian penjelasan ini dibuat, semoga dengan ini saya dapat kembali fokus ke kehidupan nyata saya dan kehidupan blog saya dan keluar dari dunia Park Hye Run yang berisi Ki Ha Myung/Choi Dal Po dan segala yang ada di dalamnya.

cr leethargic

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s