Apa Kabar, Cinta Pertama?

Credit to owner

Apa kabar? Apakah kamu sudah menemukan cinta lain yang kamu beri nama cinta pertama? Karena untukku, itu kamu.

Meja panjang yang sengaja ditata oleh pelayan restoran masih sepi, hanya ada aku, Jess, , dan kamu. Kita duduk bersebelahan, saling bercanda mengenang masa lalu. Ketika Jess pamit ke kamar mandi barulah aku menyadari betapa kita sungguh-sungguh dalam membuat jarak lebar diantara dua kursi yang hampir menempel satu sama lain ini. Aku menyeruput tehku, kamu menyeruput jus jerukmu. Kita saling tersenyum, menikmati minuman masing-masing, menatap langit-langit restoran bergambar awan, tersenyum kembali, lalu tiba-tiba saja aku merasa kamu tidak lagi mengenalku seperti dulu.

“Kamu keren banget tahu nggak!” Aku membuka pembicaraan, memberanikan diri menatap matamu. Semoga kamu bukan salah satu orang yang dapat membaca kejujuran dalam mata seseorang; seperti aku, yang sungguh tahu hatimu begitu kamu menatap balik mataku.

“Aku bukannya emang keren?” Candamu.

Kupukul lenganmu pelan. “Nyesel aku bilang gitu. Maksudnya, kamu keren banget. S2 Inggris, sementara aku masih terjebak sama anak-anak SD nakal itu.” Aku menyesap minumku lebih cepat, bukan karena iri melainkan karena menyadari jurang kita menjadi lebih besar.

Jawabannya hanya tawa yang masih sama seperti dulu, tawa hinga kepalanya jauh ke belakang, tertawa yang membuat dadaku mulai mengenal lagi dirimu yang dulu, yang selalu berhasil membuatnya berdetak lebih cepat.

“Hey, kalian berangkatnya barengan? Jangan-jangan kalian pacaran?” Daus, teman sekelas kita berceletuk sambil duduk di sebelahku.

Aku menoleh padanya, mengangkat alisku, “Ta, kata Daus … kita … pacaran.”

Kamu membuang muka, melipat kedua tanganmu ke dada dengan tidak nyaman. Kamu pembohong yang buruk.

“Bukannya … kamu dulu suka aku?” Aku mengkonfrontasi.

“Hey! Cewek macam apa yang ngomongnya frontal gitu.” Jess memukul punggungku, menyerobot kursimu, lalu duduk diantara kita. Jarak kita semakin jauh. Aku benci itu.

“Apaan sih Jess, bercanda, ber-can-da!” Aku balik memukulnya.

Lalu kita terpisah kembali. Kini oleh serangan kenangan-kenangan lain di acara reuni SMA kita. Mereka saling mengenang hal lucu, sementara di kepalaku hanya ada kamu.

Kamu hampir berinisiatif menjabat tanganku namun Jess kembali menerobos kita, “Sampai jumpa lagi Mr. British. Jangan lupa kabar-kabar ya, apalagi kalau kamu punya temen bule ganteng.” Ucapnya menarik tanganku meninggalkanmu.

Caramu berjalan masih sama, membungkuk namun penuh percaya diri. Melihatmu berjalan menuju motor bebekmu di tempat parkir membuatku tiba-tiba merasakan keberanian luar biasa.

“Hey …,” aku melambaikan tanganku padamu. Mata kita kembali bertemu, kita kembali saling tersenyum. Apa aku masih cinta pertamamu? “kamu pulang naik motor?” Aku menunjuk motor bebek yang ada dua motor dari milikku. Kamu mengangguk, masih tersenyum. Aku tertawa.

Kita lucu sekali, bukan? Kita saling suka satu sama lain. Kita saling mengetahui hati kita satu sama lain. Tapi kita terlalu sulit untuk mengungkapkan apa yang hati kita inginkan.

Apa kabar, cinta pertama yang sulit kuucap namun mudah kutulis?

Iklan

2 thoughts on “Apa Kabar, Cinta Pertama?

  1. apa sempat kau menjalin kasih setelah bersamaku? apakah kau bahagia lebih dari waktu engkau beramaku? hai juga cinta pertama, aku tidak baik baik saja.

    #abaikan, clbk karena reuni ya nya? lagi musim kayaknya :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s