Kara Para Ask: Tanpa Kebohongan, Kejujuran Tidak Memiliki Nilai yang Tinggi

Melalui postingan ini saya akan mengajak Anda berkenalan dengan Elif Denizer dan Omar Demir. Kenapa? Karena mereka layak untuk Anda kenal.

27137860b7c2fb506_0

 

Menggunakan prinsip sederhana pembuatan suatu cerita, Kara Para Ask (atau di antv disebut Cinta Elif meskipun judul aslinya berarti Pencucian Uang dan Cinta), akan membuat Anda ketagihan, seperti saya.  Lupakan drama Turki lain yang berasa sinetron Indonesia, Kara Para Ask berbeda.

Bagaimana jika?

Bagaimana jika ayah tercinta Anda dibunuh di hari ulang tahun Anda, ditembak di dalam mobil bersama wanita yang usianya separuh usia ayah Anda?

Bagaimana jika calon tunangan Anda ditembak di kepala dan ditemukan di dalam mobil bersama lelaki yang lebih cocok menjadi ayahnya, dua hari sebelum hari pertunangan Anda?

Bagaimana jika, sehari setelah kematian ayah Anda, Anda didatangi seorang mafia yang meminta berlian-berlian seharga 110 miliar Lira pada Anda dengan berkata ayahmu menyembunyikan berlian itu, kamu, sebagai anaknya harus tahu dimana berlian-berlian itu?

Bagaimana jika kekasih Anda, yang hanya seorang guru SD, memiliki berlian yang dia sembunyikan di bawah meja riasnya? Dan bagaimana jika-bagaimana jika yang lain.

Berhenti di sini jika Anda tidak suka spoiler, karena setelah ini Anda akan temukan berbagai macam spoiler karena saya akan menjelaskan panjang lebar mengenai karakter-karakter yang menjadi favorit saya. Ugh, drama ini, sungguh, sudah lama sejak saya tidak ketagihan drama seperti ini.

Anda bisa melihat episode pertamanya jika sudah selesai sebagian dari Anda akan setuju bahwa Anda ingin lebih, lebih, dan lebih.

Omer Demir

tumblr_n7q2t4chlr1rlpt3qo1_500

“Lies that are told lessen the trust at any time” –Omer Demir

Omer, polisi jujur yang memiliki kemampuan dapat membaca mata seseorang. Omer dapat mengetahui jika orang tersebut menyembunyikan sesuatu, hanya dengan menatap matanya. Omer, si pandai dalam berkata-kata, juga dapat membuat orang mengakui kesalahannya dan jujur padanya hanya denngan mengeluarkan suara lembut dan menyuruhnya untuk menatap matanya.

Omer yang baik, yang tidak bisa mempercayai calon tunangannya berselingkuh dengan pria tua meskipun mereka ditemukan meninggal di mobil yang sama pada malam hari. Omer yang penuh percaya diri mengatakan dia yakin kekasihnya tidak bersalah, karena Sibel dapat menatap matanya dan tidak ada rahasia dalam mata tersebut.

Omer yang ingin menunjukkan bahwa kekasihnya tidak bersalah hingga dia rela terbang ke Roma menemui Elif, anak dari ayah yang meninggal bersama Sibel, dan mengajaknya bekerja sama untuk mengungkap masalah ini.

Ah, Omer. Saya bisa bicara panjang lebar. Bagaimana Omer hanya harus menatap terdakwa dengan kelembutan untuk membuatnya mengaku. Bagaimana Omer hanya harus tersenyum sambil mengulurkan tangan pada korban ketakutan lalu mereka akan mempercayai Omer; saat itu juga.

Man, saya berani sumpah serial ini tidak butuh dialog kita sudah mengerti jalan pikiran karakternya hanya melalui mata. Omer bicara dengan mata cokelatnya yang besar mengenai perasaannya. Sewaktu Omer menemukan kekasihnya meninggal tidak ada teriakan, pukulan, tangisan sesenggukan dari Omer. Dia hanya … terpaku melihat kekasihnya. Tapi kita bisa merasakan apa yang Omer rasakan melalui matanya.

Dia terpaku, menggerakkan kepalanya sedikit demi sedikit untuk meresapi apa yang dia lihat di depannya, memastikan matanya tidak salah dan otak tidak mengirim sinyal yang salah. Dia terpaku. Lalu satu tetesan air mata menunjukkan bahwa yang dia lihat tidaklah salah. Best. Acting. Sangat natural, karena tidak semua orang menghadapi kesedihan dengan tangisan. Dia hanya harus melemparkan punggungnya ke kursi sambil menghela nafas panjang, melalui matanya kita bisa tahu apakah dia marah, atau sedih, atau frustasi. Pantas si aktor masuk nominasi International Emmy Awards 2015 dan menang International Seoul drama awards 2015, itu, award material.

Karakternya juga sangat kuat dan manusiawi. Omer memiliki kesopanan luar biasa pada wanita, karena keluarganya mengajarkan seperti itu. Omer sangat keras kepala, karena kakaknya sama keras kepalanya seperti Omer. Omer memperhatikan detail-detail kecil, menguarkan kharisma ketika dia melakukan penyelidikan, dan tidak mau menyerah ataupun mendengarkan, karena ayahnya dibunuh namun kasusnya ditutup sebelum sang pembunuh tertangkap. Dan Omer, tidak ingin kasus-kasus yang dia tangani terbengkalai.

Elif Denizer

tumblr_n7q2t4chlr1rlpt3qo2_500

“She (Elif) is very cold in reality. But if someone praises her she becomes very happy. She has a good taste. She lives in luxury but she is not in love with luxurious places. She goes to a store and buy blouse and she wears shoes and puts on makeup, she matches everything so well that you don’t even think about her buying it from a cheap store. She walked up mountain peaks without complaining about rain or mud; she does not complain that her hair will be ruined. She even camps and very comfortable with it.  But she always wants strong men beside her.

When Elif is in love she starts to draw. She rides her bike and goes wherever she can go. She finds herself in deserted place; then she starts to draw. Women show their love like this, some play with their hair … some others turn to dance; Elif draws.” ­–Bahar, Elif’s Friend

Apa yang dijelaskan Bahar sudah sangat menggambarkan Elif. Dia anak tengah dari keluarga pebisnis Denizer. Ketika ayahnya meninggal Eliflah yang mengambil peran ayah di keluarga itu. Elif berkorban banyak.

Dia diteror dan diancam untuk mengembalikan berlian-berlian ayahnya yang dia sendiri tidak tahu apa-apa. Adik bungsunya diculik dan mereka memaksa Elif untuk menjadi kurir pencucian uang pada mereka, si mafia berlian tersebut, dan merahasiakan semuanya dari keluarga dan polisi atau adiknya mati. Perusahaan ayahnya bangkrut. Ayah yang menjadi idolanya selama ini ternyata seorang kriminal. Keluarganya tercerai berai. Dan Elif sendirian.

Sudah lama saya tidak melihat karakter perempuan yang kuat dan sungguh kuat seperti Elif. Elif menangis, tentu saja. Tapi dia tidak mengurung diri kamar selama berhari-hari dan meninggalkan semuanya begitu saja. Elif menangis, lalu dia bangkit dan menyelesaikan setiap masalah. Dia sangat keras kepala dan tidak mau mendengarkan orang lain. Tapi Elif mau belajar.

Elif mengejar apa yang dia mau, dan itu dia buktikan ketika dialah yang menyatakan cinta pada Omer (melalui ciuman) alih-alih menjadi wanita yang menunggu. Dia bukan wanita tradisional ala drama pada umumnya. Elif sarkastik, namun sopan. Elif sangat emosional, namun dapat berpikir jernih.

Ah, Elif saya jatuh cinta pada Anda karena Anda sungguh kuat, mandiri, dan selalu mengutamakan keluarga meskipun keluarga Anda tidak pantas mendapatkan keutamaan itu.

Elif dan Omer

tumblr_n8r5juagjj1rlpt3qo1_500

Kini, mari kita lanjut pada apa-apa saja yang saya sukai dari drama ini. Pertama: Elif dan Omer.

Kedua karakter membangun hubungan mereka dengan perlahan dan sangat lembut, rapi, serta menyenangkan seperti findik boregi khas Turki.

Tidak ada waktu untuk cinta pada ¾ season pertama Kara Para Ask, karena sejujurnya, Elif dan Omer tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal tersebut. Elif memikirkan adiknya yang diculik dan diancam dibunuh, dia menangis setiap malam untuk adiknya juga ayahnya yang baru saja meninggal. Omer memikirkan kekasihnya dan setengah mati berusaha membebaskan adik Elif.

Waktu untuk cinta datang ketika Elif diberi kesempatan untuk bernafas. Dia memikirkan bagaimana Omer adalah satu-satunya orang yang ada di sampingnya pada saat terendah hidupnya. Omer bersikeras menjaga di depan apartemen Elif karena Elif ketakutan diikuti seseorang. Omer selalu memegang tangan Elif, mengulurkan tangan (secara harfiah juga tidak), dan menepuk punggung Elif yang menangis. Pantas saja Elif tanpa sadar berlari pada Omer setiap dia ingin menangis.

Omer akan membuat lelucon kuno yang tidak lucu untuk Elif, membuat Elif balik marah padanya lalu Omer berkata, “setelah kamu marah padaku semua bebanmu sedikit terlepas bukan? Akui saja kamu suka bertengkar denganku.” Lalu Elif akan menyumpahi Omer dalam bahasa Italia. Omer bahkan membuka keluarganya untuk Elif.

Lelaki mana yang duduk di sebelah gadis yang sedang muntah sambil berkata, “Keluarkan saja, tidak perlu malu. Keluarkan jika itu membuatmu lebih baik.” lalu dengan kesopanan khas Omer dia mengusap wajah Elif dengan air perlahan, dan lembut, “air akan membuatmu lebih baik.”

Omer pula orang pertama yang bertanya, “bagaimana kabarmu?” setelah semua yang Elif alami. Bahkan keluarga Elif tidak menanyakan kabarnya alih-alih mereka memarahi Elif yang merahasiakan penculikan adiknya.

Pantas jika Elif bersepeda di hari yang cerah, berhenti di dermaga lalu mulai menggambar pohon, burung, dan pemandangan.

Pantas jika Elif merapikan gincu pada bibirnya lalu berlari kecil menemui Omer ketika Omer sudah menunggunya di depan rumah. “Aku kehilangan ayahku dan hampir kehilangan adikku. Saat itu, kamu selalu berada di sisiku. Kamu nyata dan apa adanya. Kamu berbeda denganku tapi kamu membuat hal-hal di hidupku menjadi lebih baik.” Lalu Elif menciumnya. Meski Omer tidak bereaksi ketika itu.

Karena Omer masih berduka atas Sibel, dia masih berbicara di makam Sibel setiap menghadapi masalah. Sibel belum meninggal untuk Omer. Dan pernyataan Elif membuat Omer merasa dia menghianati Sibel.

“Kamu sendiri, bagaimana perasaanmu terhadap Elif?” tanya Arda, sahabat Omer.

“Entahlah, aku bahkan belum bertanya pada diriku mengenai perasaanku.” Karena hati Omer masih penuh oleh kesedihan akan kepergian Sibel. Masih penuh pertanyaan kenapa Sibel berada satu mobil dengan ayah Elif malam itu.

soul

Saya suka bagaimana drama ini memakai rumus show don’t tell. Kita tahu bahwa Omer lebih suka teh daripada kopi, Omer selalu memakai rajutan buatan ibunya meski itu sungguh jelek untuknya, Omer membalik buku dengan cara kuno (menggunakan sedikit bantuan air liur), Omer meraup mukanya ketika frustasi. Omer memainkan korek mekanik peninggalan ayahnya ketika dia sangat sedih. Elif, kita tahu Elif butuh makanan manis dan cokelat ketika dia frustasi. Dia akan mengatakan semua hal yang dia pikirkan begitu saja. Dan semua itu, tidak pernah dikatakan dalam dialog.

Bahkan Elif mengungkapkan rasa cintanya tanpa ada kata cinta sama sekali yang terucap. Namun, Omer tahu, melalui tatapan Elif padanya.

Sementara Omer yang berusaha mengatakan bahwa mereka hanya berteman menghancurkan semuanya hanya dengan tatapan matanya terhadap Elif ketika Elif tidak melihatnya. Omer tidak bisa lepas dari gravitasi Elif, karena Elif tidak mau meninggalkannya.

Ketika dunia Omer diputar balikkan oleh Sibel yang ternyata selama ini paksu, Elif berada di sana. Dia menunggu di depan pekuburan Sibel, dalam diam ikut menangis bersama Omer yang marah pada Sibel yang telah mati. Elif menemani Omer meluapkan emosinya.

“Kamu tidak akan pergi meskipun aku menyuruhmu, ‘kan?” kata Omer yang sesungguhnya ingin sendiri.

“Tidak akan.” Karena bagaimana bisa pergi jika orang yang dia cintai menderita di depan matanya?

Saya suka. Saya suka! Saya suka! Terutama ketika Omer yang mabuk berkata, “Ada hutan tersembunyi di dalam matamu. Aku baru menyadarinya hari ini.”
Setiap kali Omer memanggil Elif senorita dan Elif memanggil Omer komisaris rasanya saya mau jatuh karena keimutan mereka.
Atau ketika Elif mencoba jual mahal dengan menolak ajakan makan Omer yang telah ditunggunya, Elif menyesal saat itu juga lalu berlari mengejar mobil Omer. Dia berdiri di depan mobil Omer yang belum berhenti, membuat Omer menatapnya seperti dia adalah gadis gila.
“Apa yang kamu lakukan?!”
“Tidak ada.” Katanya yang masih tersengal-sengal lalu masuk ke dalam mobil Omer, “ayo masuk. Kita pergi.”
Dia gila, karena Omer. Dan itu sangatlah kucu.

Kedua: Tayyar Dundar. Penjahat sopan sekaligus terkeji sepanjang drama Asia yang pernah saya ikuti.

Tayyar tidak pernah menggunakan nada tinggi kepada para korbannya, dia tersenyum. Bertanya dengan nada datar, namun di balik kesopanan itu tersembunyi kekejaman luar biasa. Seperti ketika dia menanyai istrinya tentang apa yang dia bicarakan dengan Omer.

Tayyar menyalakan lilin, memegangnya dengan tangan, lalu menelungkupkan istrinya. Dengan perlahan dia menjelaskan bahwa ada lebih dari 6 juta sel kulit mati manusia setiap harinya, dan kulit manusia dapat memperbaiki diri sendiri, hal yang luar biasa bukan? Lalu dia menuangkan cairan lilin panas di punggung istrinya sembari bertanya apa yang istrinya sembunyikan darinya. Selepas itu, Tayyar mencium mesra istrinya.

Ketiga: sinematografi dan teknik kamera. Istanbul adalah kota yang dikelilingi laut, juga kota yang tak hanya untuk orang kaya saja. Segalanya cantik di sini.
Keempat: Turki.
Saya suka melihat drama ataupun film. Karena di sana saya bisa belajar kebudayannya. Melalui drama ini saya jadi tahu bahwa orang Turki merupakan orang yang sangat terbuka. Jika di drama Korea saya belajar bahwa tidak apa-apa memukul pelan kepala anak jika Anda marah padanya orang Turki memiliki afeksi tersendiri pada bahasa tubuh. Jika di drama Korea orang-orang bertemu dengan saling membungkuk maka orang Turki akan memeluk, berkata kolay gasin atau semoga segalanya dimudahkan untukmu setelah mengucapkan salam pada mereka adalah hal wajib.

Jika orang Korea tergila-gila pada kimchi maka di Turki teh harus ada di setiap sajian. Makan merupakan hal yang menyenangkan bagi orang Turki.

Tapi seperti Korea, Turki juga memiliki bahasa yang sopan. Orang asing, teman, orang yang lebih tua, muda, kakak lelaki, perempuan, semua memiliki panggilannya sendiri. Oh, saya lupa, Turki juga punya bahasa yang sangat kaya, pantas penyair hebat dan Orhan Parmuk pemenang hadiah sastra nobel berasal dari Turki.

Turki. Dulu saya tergila-gila dengan negara ini hingga sempat belajar bahasanya secara otodidak, karena Turki istimewa. Separuh Eropa dan separuh Asia. Sekarang saya senang bisa belajar sambil menggemari drama Turki melalui Kara Para Ask.

keep-calm-and-watch-kara-para-ask-2

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s