Aku sudah terlahir membawa nama yang mungkin terdengar “janggal” untuk orang Indonesia, Surabaya khususnya.

Enya Rima Rahman.

Entahlah, karena sudah sejak tahun 1992 aku mendapatkan nama ini maka bagiku namaku biasa saja. Dan aku suka fakta bahwa tepatnya bulan Mei 2012 aku baru tahu arti sesungguhnya namaku. Selama ini aku selalu diceritakan bahwa Enya berasal dari nama artis Irlandia yang sangat terkenal sewaktu aku lahir, dan Ayahku menyukainya, karena itu aku diberi nama Enya.

Dan bulan Mei 2012 itu aku mulai semakin menyukai namaku. Ketika secara tak sengaja aku mengetikkan arti namaku di mesin pencari terbesar dan menemukan bahwa artinya, api kecil.

Aku lebih suka fakta bahwa jika digabungkan namaku dapat berarti api kecil untuk Ridwan-Maryam yang penyayang. Ya, nama tengahku memang dari singkatan kedua kakek-nenekku yang berasal dari Ibu. Arti yang indah.

Api kecil, semoga saja aku bisa menjadi api kecil di tengah kegulitaan. Memang tak banyak berpengaruh dan segalanya akan tetap remang, tapi setidaknya api kecil memberi harapan. Harapan itu … pertanda bagus.

 

Aku suka membaca. Karena terkadang hidup itu membosankan, jika sudah begitu aku akan mengepak imajinasiku dan pergi ke dunia lain yang bernama buku. Entah sudah berapa dunia yang kujelajahi, itu menyenangkan. Aku bisa begitu tenggelam di dunia itu dan susah untuk menarikku kembali. Untuk beberapa waktu itu juga terjadi ketika aku pergi ke dunia fisika, percaya atau tidak. Dunia yang kupelajari selama empat tahun di bangku kuliah.

 

Aku juga suka menulis. Alasannya sederhana, karena aku ingin menjadi Ratu. Dan dengan menulis aku bisa menjadi Ratu untuk duniaku. Segalanya milikku. Bahkan tokoh-tokoh itu milikku, aku bisa menyuruh mereka melakukan apapun. Hanya dengan menulis aku bisa menjadi Ratu. Juga karena suaraku tidak cukup keras untuk bisa didengar semua orang. Dengan menulis, tanpa bersuara banyak orang yang mendengarkanku.

 

Fisika. Saat ini aku sedang belajar fisika di Universitas Airlangga, Surabaya. Memasuki semester akhir. Pada awalnya aku selalu mengatakan, “fisika yang memilihku, bukan aku yang memilih fisika.” Tapi rasa-rasanya percuma saja kita terus menjalani hal yang tidak suka. Maka kita harus belajar menyukainya. Belakangan aku mulai menyukai fisika, segala tetek bengek di dalam fisika. Rumus-rumus aneh itu. Ini seperti jatuh cinta, kita tidak bisa menemukan alasan kenapa kita jatuh cinta. Seperti itulah mungkin.

oh … oh … dan blog ini adalah salah satu dunia tempatku menjadi Ratu 😀

Iklan

8 thoughts on “Tentang Little Fire

    1. Baik, karena saya Ratu yang bijaksana dan teramat baik. Akan saya jadikan Anda saudara perempuan saya, tanpa syarat. Baik, ‘kan? Hehehe, salam kenal. Makasih sudah mau mampir 😀 dan mau follow. tararangkyu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s