Kara Para Ask: Tanpa Kebohongan, Kejujuran Tidak Memiliki Nilai yang Tinggi

Melalui postingan ini saya akan mengajak Anda berkenalan dengan Elif Denizer dan Omar Demir. Kenapa? Karena mereka layak untuk Anda kenal.

27137860b7c2fb506_0

 

Menggunakan prinsip sederhana pembuatan suatu cerita, Kara Para Ask (atau di antv disebut Cinta Elif meskipun judul aslinya berarti Pencucian Uang dan Cinta), akan membuat Anda ketagihan, seperti saya.  Lupakan drama Turki lain yang berasa sinetron Indonesia, Kara Para Ask berbeda.

Bagaimana jika?

Bagaimana jika ayah tercinta Anda dibunuh di hari ulang tahun Anda, ditembak di dalam mobil bersama wanita yang usianya separuh usia ayah Anda?

Bagaimana jika calon tunangan Anda ditembak di kepala dan ditemukan di dalam mobil bersama lelaki yang lebih cocok menjadi ayahnya, dua hari sebelum hari pertunangan Anda?

Bagaimana jika, sehari setelah kematian ayah Anda, Anda didatangi seorang mafia yang meminta berlian-berlian seharga 110 miliar Lira pada Anda dengan berkata ayahmu menyembunyikan berlian itu, kamu, sebagai anaknya harus tahu dimana berlian-berlian itu?

Bagaimana jika kekasih Anda, yang hanya seorang guru SD, memiliki berlian yang dia sembunyikan di bawah meja riasnya? Dan bagaimana jika-bagaimana jika yang lain.

Lanjutkan membaca Kara Para Ask: Tanpa Kebohongan, Kejujuran Tidak Memiliki Nilai yang Tinggi

Some of Us Are Human

Scott tidak ada di sana ketika ibu Stiles menghembuskan nafas terakhir. Scott tidak menyaksikan sepuluh tahun Stiles yang menangis sendirian di kamar rumah sakit sang ibu. Scott tidak menyaksikan ketika Stiles mendekap tangan ibunya sambil terus meminta maaf. Tidak ada yang menyaksikan sepuluh tahun Stiles di kamar itu, tidak juga ayah Stiles. Ayah memberantas kejahatan di kotanya.

Lanjutkan membaca Some of Us Are Human

Sebuah Percakapan dengan Sukab Sebelum Menuju Senja

Saya sedang duduk di kursi besi stasiun Tugu ketika menemukan Sukab. Mudah saja menemukan Sukab. Di balik kantong bajunya saya melihat binar emas yang sungguh benderang, kemilau jingga itu mencoba untuk melepaskan diri dari kantong Sukab. Hanya saya yang melihat kemilau jingga dengan desir pasir dan deru ombak itu, karena lainnya sibuk memandangi horizon tempat rel kereta yang akan mereka tumpangi datang.

Lanjutkan membaca Sebuah Percakapan dengan Sukab Sebelum Menuju Senja

#9 Braja dan Drupadi: Kita, Kenangan, dan Perahu Kertas

ezgif.com-add-text

Perahu kertas terlarung di genangan wastafelku. Kertas ungu yang dibuat tanganku sembari tersenyum itu berjalan perlahan ke ujung lain, untuk kemudian kularungkan kembali menuju ujung lainnya.

Kita begitu lugu, aku dan dirimu, selugu perahu kertas yang menuruti aliran air. Tiba-tiba aku iri pada keluguanku yang lama kukunci. Setiap kali tanganku melarungkan kembali perahu kertas tersebut setiap kali itu pula Dru mencoba membuka dirinya dalam Dru yang masih lugu.

Lanjutkan membaca #9 Braja dan Drupadi: Kita, Kenangan, dan Perahu Kertas

Apa Kabar, Cinta Pertama?

Credit to owner

Apa kabar? Apakah kamu sudah menemukan cinta lain yang kamu beri nama cinta pertama? Karena untukku, itu kamu.

Meja panjang yang sengaja ditata oleh pelayan restoran masih sepi, hanya ada aku, Jess, , dan kamu. Kita duduk bersebelahan, saling bercanda mengenang masa lalu. Ketika Jess pamit ke kamar mandi barulah aku menyadari betapa kita sungguh-sungguh dalam membuat jarak lebar diantara dua kursi yang hampir menempel satu sama lain ini.

Lanjutkan membaca Apa Kabar, Cinta Pertama?