Kara Para Ask: Tanpa Kebohongan, Kejujuran Tidak Memiliki Nilai yang Tinggi

Melalui postingan ini saya akan mengajak Anda berkenalan dengan Elif Denizer dan Omar Demir. Kenapa? Karena mereka layak untuk Anda kenal.

27137860b7c2fb506_0

 

Menggunakan prinsip sederhana pembuatan suatu cerita, Kara Para Ask (atau di antv disebut Cinta Elif meskipun judul aslinya berarti Pencucian Uang dan Cinta), akan membuat Anda ketagihan, seperti saya.  Lupakan drama Turki lain yang berasa sinetron Indonesia, Kara Para Ask berbeda.

Bagaimana jika?

Bagaimana jika ayah tercinta Anda dibunuh di hari ulang tahun Anda, ditembak di dalam mobil bersama wanita yang usianya separuh usia ayah Anda?

Bagaimana jika calon tunangan Anda ditembak di kepala dan ditemukan di dalam mobil bersama lelaki yang lebih cocok menjadi ayahnya, dua hari sebelum hari pertunangan Anda?

Bagaimana jika, sehari setelah kematian ayah Anda, Anda didatangi seorang mafia yang meminta berlian-berlian seharga 110 miliar Lira pada Anda dengan berkata ayahmu menyembunyikan berlian itu, kamu, sebagai anaknya harus tahu dimana berlian-berlian itu?

Bagaimana jika kekasih Anda, yang hanya seorang guru SD, memiliki berlian yang dia sembunyikan di bawah meja riasnya? Dan bagaimana jika-bagaimana jika yang lain.

Lanjutkan membaca Kara Para Ask: Tanpa Kebohongan, Kejujuran Tidak Memiliki Nilai yang Tinggi

Iklan

Favorite Movie: Turtles Can Fly

Orang-orang dewasa mengatakan perang adalah jalan terbaik untuk mencapai perdamaian. Well, bukan itu yang dipikirkan Satelite. Anak lelaki 13 tahun etnis kurdi yang tinggal di desa Iraqi Kurdistan. Kalau dibilang desa, tempat ini lebih mirip pengungsian besar pasca perang Saddam Husein. Film yang berhasil masuk nominasi Oscar untuk film asing terbaik ini akan menjelaskannya secara indah dan tragis.

Lanjutkan membaca Favorite Movie: Turtles Can Fly

Ender’s Game: How Will Ender Ends His Game?

“When I understand my enemy well enough to defeat him, then in that moment, I also love him.” –A.E. Wiggin.

 

50 tahun yang lalu alien menyerang bumi, menyebabkan jutaan orang tewas. Atas pengorbanan seorang Komandan, alien berhasil dipukul mundur. Kini, dengan mengumpulkan anak terpintar di seluruh dunia, penduduk bumi bersiap untuk perang kedua melawan alien.

Ender Wiggin, anak jenius yang terpilih masuk ke dalam battle school, sekolah pelatihan untuk calon komandan perang melawan alien, harus membawa beban berat menjadi pemimpin perang termuda melawan Formics. Melalui simulasi perang, strategi, pelatihan militer ekstra keras serta lingkungan battle school yang saling menjatuhkan satu sama lain, apakah Ender, di usianya yang baru 15 tahun siap menjadi penentu kehidupan umat bumi?

Lanjutkan membaca Ender’s Game: How Will Ender Ends His Game?

I Survived Catching Fire, A Review

Pertama: Bridge to Therabithia, Perks Of Being A Wallflower, Catching Fire adalah bukti kalau anda ingat plot, mengerti dan—yang pasti—membaca bukunya sebelum membuat film maka film itu akan jadi keren. K. E. R. E. N. Hai para sutradara yang mau bikin film based on the book harusnya ingat hal ini. Dan seperti yang dikatakan Artika waktu dia lihat langit runtuh di catching fire, “AMAZING!”

Kedua: mengingatkan saja I have a huge fangirl crush in this series especially Catching Fire, this book is my favorite book of the series so I’m gonna let my fangirl heart out this time. When I love something I have the urge to talk about it all the time and this is the time. Sorry not sorry.

Ketiga: Saya tahu film ini bagus dan sangat pas dengan buku adalah ketika saya nggak perlu baca subtitle buat tahu dialog selanjutnya (saya bahkan cuma baca subtitle sekilas-sekilas, takut kalau baca semuanya saya bakal ketinggalan satu scene di film ini)

Keempat: oke, oke, kita mulai aja reviewnya.

Setelah memenangkan Hunger Games Katniss Everdeen dan Peeta Mellark harus melalui Victory Tour berkunjung ke distrik-distrik lain merayakan kemenangan mereka. Katniss yang masih merasa canggung di dekat Peeta terpaksa harus menghabiskan lebih banyak waktu lagi dengannya. Presiden Snow yang melihat bakat pemberontakan Katniss segera tahu bawa dia dan Peeta hanya berpura-pura, Snow ingin Katniss meyakinkannya bahwa tidak akan ada lagi pemberontakan.

Namun setelah pemberontakan yang terjadi di distrik 11 Snow bersama Plutarch akhirnya memutuskan diadakannya Quartell Quell, peraturan Quartel Quell yang biasa adalah bukan sepasang yang akan maju ke Quartel Quell melainkan dua pasang untuk setiap distrik. Katniss dan Peeta yang akan menjadi mentor untuk anak-anak yang akan maju ke Quartel Quell dihadapkan pada kenyataan bahwa tahun ini Quartel Quell akan diikuti oleh para pemenang Hunger Games sebelumnya yang masih hidup. Yang artinya dia akan kembali ke arena.

Marah, kecewa dan terlalu lelah dengan permainan Capitol Katniss dan Haymitch berjanji untuk melindungi Peeta apapun yang terjadi di arena, menjaga Peeta tetap hidup, karena Katniss telah berhutang banyak pada Peeta. Apakah Katniss dan Peeta berhasil melewati Quartel Quell?

Lanjutkan membaca I Survived Catching Fire, A Review

Favorite Movie All Time: A Beautiful Mind

Ada beberapa film favorit saya:

  1. Saving Private Ryan (film ini awalnya sedih, pertengahan sedih, akhirnya juga sedih lengkaplah sudah)
  2. Three Kings (satu-satunya film perang terlucu sekaligus ironis yang pernah saya lihat)
  3. Forest Gump (apa perlu penjelasan sama film ini?)
  4. Bridge of Therabithia (film yang bikin saya kenal Josh Hutcherson sekaligus ikut mewek waktu Jess mewek, tiga hari setelah lihat film ini saya masih terbayang-bayang ceritanya)
  5. A Beautiful Mind (yang mana akan saya review kali ini)
  6. Perks Of Being A Wallflower (haha, film ini, haha T_T)

A Beautiful Mind adalah film yang diangkat dari kisah nyata John Nash, seorang pemenang nobel matematika yang mengidap skizofrenia.

John Nash, pemuda yang mendapat beasiswa Carniege yang terkemuka di Princetoon. Teman-teman memanggil John Nash aneh karena dia terlalu fokus pada idenya sendiri untuk naskah jurnalnya sementara yang lain sudah menerbitkan banyak jurnal. Nash juga suka melihat penjambretan, perilaku burung dan pemain sepak bola hanya untuk melihat pola matematisnya, aneh nggak tuh?

Nash yang pada akhirnya menemukan kesalahan teori Adam Smith dan mendapat gelar doctor sekaligus lab Wheeler (yang mana masuk lab ini adalah impian semua akademisi). Ketika menjadi dosen Nash bertemu dengan Alicia yang secara terang-terangan mengajak Nash untuk keluar makan (saat itu Nash sudah menjadi professor yang bahkan dijaga polisi ruangannya). Mereka jatuh cinta, menikah dan semua baik-baik saja sampai Nash bertugas di Pentagon untuk menyelidiki kode-kode Rusia yang akan menghancurkan negaranya, Amerika.

Lanjutkan membaca Favorite Movie All Time: A Beautiful Mind

V for Vendetta, a Review

V, seorang yang selalu memakai topeng Guy Fawkes dan wig rambut bob sebahu (saya inget Dora deh), menggemparkan seluruh London dengan tindakan terorismenya. Membunuh uskup, politikus terkenal dan ahli forensik yang ternyata dahulu adalah ahli botani. Bertindak dengan selalu memakai topeng dan meracuni korbannya dengan obat-obatan V menjadi kejar-kejaran polisi, namun polisi kesulitan mencari jejaknya karena, yah, V tidak pernah meninggalkan jejak—kecuali satu; Evey.
Evey, wanita yang bekerja di stasiun tv BTN yang telah menyelamatkan V (ini sebagai balas budi karena V menyelamatkannya dari perkosaan). Dengan Evey yang sama-sama memunyai masa lalu yang kelam V merasa senasib, perlahan V mulai jatuh cinta pada Evey dan membuat pandangannya berubah.
Hingga sampai pada rencana penyerangan terakhirnya, membunuh kanselir yang tiran. V, yang telah menjadi ikon revolusi bagi warga London yang kecanduan menonton tivi mengirimkan topeng Guy Fawkes ke setiap warga London dan meminta mereka melakukan revolusi, bersamanya. Apakah V berhasil membunuh kanselir?

Lanjutkan membaca V for Vendetta, a Review

Now You See Me: Good Story, Flop Ending

“My job? To take that most precious of gifts you give me, your attention, and use it against you.” Daniel Atlas-Now You See Me

 

Merrit McKinney, Daniel Atlas, Henley Reeves dan Jack Wilder. Empat pesulap yang mendapatkan kartu the eye dengan berbagai trik-trik sulap hebat untuk show mereka yang harus mereka lakukan jika ingin masuk ke dalam the eye dan mendapatkan apapun keinginan mereka. Kemudian mereka menamai diri sebagai the four horsemen, pertunjukan mereka yang paling kontroversial adalah:

Melalui panggung di Las Vegas, mereka akan merampok bank yang berada di Paris, dilakukan oleh salah satu relawan, dan hujan uang Euro jatuh di panggung pertunjukan mereka.

Aksi tersebut tentu saja membuat mereka dikejar-kejar polisi. FBI Agent Dylan Rhodes dan Interpol Agent Alma Ray bertugas untuk mengawasi gerak-gerik mereka, karena mereka tidak bisa menangkap the four horsemen tanpa bukti atau akan dianggap pemerintah federal percaya pada magic—pendek kata polisi akan dianggap bodoh.

Jadi, film ini awalnya keren. Terutama efek dan trik-trik sulap di dalamnya, ngerampok bank? Mindah uang bos mereka dan dibagikan ke penonton melalui rekening bank? Dan terakhir bikin New York hujan uang sebagai pertunjukan terakhir mereka? Heck yea that is magic.

Panggung sulap mereka di Las Vegas juga heck yea. Besar, megah dan kayak panggung asli. Saya jadi ngerasa lihat tivi tentang pertunjukan sulap, bukan film, niat sekali. Dan di awal saya terkaget-kaget ketika Miss Reeves berusaha escape dari tabung penuh air dan waktu keburu habis sebelum Reeves sempat keluar dari tabung lalu bam sekotak besar piranha berjatuhan ke dalam tabung dan membuat warna air berubah merah. Lalu, simsalabim Reeves ada di tengah-tengah penonton. Itu. Keren. Banget. Pake, nget.

Sayangnya, sayangnya … semua aksi kejar-kejaran dan trik sulap hebat itu harus diakhiri dengan penyelesaian yang flop lebih flop daripada sandal flop. Seakan-akan ayuk bikin perhatian penonton teralihkan sama sulap-sulap keren lalu kita masukin kode-kode iluminati (cause of the eye) dan bikin ending yang akan memenangkan penghargaan the flopest ending eva.

Tapi, ini worth watching. Anda akan dibuat menganga dengan trik-trik sulap dan tata panggung dan CGI dan aktor ganteng (pointing at you Atlas and Wilder) dan endingnya tentu saja.

Daniel Atlas, Everyone
And this is Jack frickin Wilder

“What is magic? Magic is deception, but deception designed to delight, to entertain, to inspire.”