Lelaki dengan Tiga Kerutan pada Ujung Bibirnya

lelaki dengan tiga kerutan pada ujung bibirnya

Aku bermimpi kau menyatakan cinta padaku malam tadi, untuk kedua kalinya. Orang mengatakan itu pertanda bahwa cepat atau lambat kita akan menyatu.

Dalam mimpiku kita sehadapan, saling menatap dan mengirim sinyal-sinyal yang terbaca dengan jelas oleh cicak hitam di atas kepalamu. Aku tersenyum. Kau tersenyum. Tidak ada penghalang diantara kita.

Tidak manusia yang kupinjami rahimnya untuk sembilan bulan. Tidak juga pemilik sperma yang menghasilkan dirimu. Kita masih sehadapan.

“Aku telah menginginkanmu, sebelum kau memakai putih abu-abu dan setelah kau mengatakan kata pertamamu padaku.” Lelaki dengan empat mata yang selalu memandang menembus jiwaku tersenyum, itulah dirimu. Tenang tak pernah diburu waktu. Kau menelanjangiku dengan matamu.

Telanjang dan malu bukan kepalang aku menunduk. Makhluk sialan bernama lelaki yang diciptakan untuk meremuk batin perempuan, itulah dirimu. Kesialanmu bukan karena dilahirkan dengan mengantungi sperma tapi karena hatimu berat atasku, yang sungguh sialan karena tak bisa membagi berat pada hatimu.

Hatiku untukmu, seutuhnya, setidaknya untuk saat ini. Karena jelmaanmu yang selalu muncul dalam dunia imajiku. Tapi maaf, hanya hatiku lelaki dengan hati berat atasku. Karena di sana aku dapat menyimpan senyum dengan tiga kerutan pada setiap ujungnya.

Maka dengan kepengecutan yang menang aku meremuk hatimu, “Aku tahu, karena akupun begitu, dan aku sungguh terharu.” Di mimpiku, aku mengutuk diriku dalam hati. “Kita berdiri pada dua sisi pusaran angin. Tuhan kita sama tapi kita menghirup angin yang berbeda.”

Aku bermimpi kau menyatakan cinta padaku. Di mimpi itu, aku meremukkan hatimu; untuk kedua kalinya.

Iklan

#1 Songlit Challenge: It’s Always Been You

First Songlit Challenge brought to you by Ilmi with:

Cinta Datang Terlambat by Maudy Ayunda

Yo! Akhirnya tantangan lain selain Piclit (yang mana saya belum menyelesaikan *garuk-garuk tembok*) datang juga. Terharu ternyata Piclit yang nggak jelas ditungguin *sobek tisu* (quote dari Fiqih).

Daaan … inilah Songlit saya dari Maudy Ayunda. Ayo Septia, Fiqih, Atut, Tutus dan Ilmi kita mulai seneng-senengnya (dan deadline-nya jadi tiga hari ya?)

****

Semua orang tahu aku tidak berbakat dalam mengingat sesuatu. Aku lupa dimana kacamataku, dimana bukuku, dimana kunci motorku dan beberapa kali aku lupa dengan janji kita. Saat itu aku tidak pernah mempermasalahkan hal ini—karena kamu.

Lanjutkan membaca #1 Songlit Challenge: It’s Always Been You

Day 6 Song Literature Challenge: Waiting (IU Cover)

Saya baru sadar lima hari terakhir saya pake lagu cowok semua. Dan sekarang saya mau pake lagu cewek, iya, ini lagu Korea. Dan iya, ini lagu waiting cover IU yang cantik itu di Dream High. Iya, di cerita ini liriknya saya bikin bahasa Inggris karena saya nggak paham bahasa korea. So, Enjoy. 😀

While I was waiting  for you,

Di taman ini hanya ada kucing yang bermalasan di depanku. Menjilati kakinya yang gatal. Menggeliat sebentar lalu berjalan pergi. Kini benar-benar tinggal aku di sini.

Lanjutkan membaca Day 6 Song Literature Challenge: Waiting (IU Cover)

Day 5 Song Literature: That XX (G-dragon)

They say love is blind, Oh baby, you’re so blind

Untuk Josh

Saya tahu anda tetangga yang baik tapi tolong berhenti mengirimkan surat tidak jelas di depan pintu saya. Saya tidak kenal anda meskipun anda mengaku tetangga di seberang gedung dan untuk urusan apa anda mencampuri hidup saya?

Jenn

*** 

Lanjutkan membaca Day 5 Song Literature: That XX (G-dragon)

Day 4 Song Literature: Akireru Kurai Bokura wa Negaou (Nishikido Ryo Cover)

Kazoekirenai sono namida ga egao ni kawaru hi made. Zutto te o tsunagou

Until the day those countless tears turn into a smile. Let’s keep holding hands 

Diantara dua ribu wisudawan di sini, aku bukan apa-apa. Aku tidak termasuk mahasiswa terpandai juga tidak pernah memenangkan medali apapun—dosen-dosen memang mengenalku tapi untuk alasan lain, bukan urusan akademisku. Tapi hari ini aku dibuat menangis oleh satu orang paling cupu di kampus, yang selalu duduk di belakang dan tak tertarik pada dunia. Yang semula kukira dia tidak pernah ada dan memang kuanggap tidak ada.

Lanjutkan membaca Day 4 Song Literature: Akireru Kurai Bokura wa Negaou (Nishikido Ryo Cover)

Day 2 Song Literature: After Midnight (Blink 182)

Setelah kemarin saya bikin cerita dari One Republic sekarang saya mau bikin dari band Rock favorit saya setelah Coldplay Blink 182 dan lagu baru mereka yang kece After Midnight (ini lagu enak banget dah, kece badai)

It’s the longest start but the end’s not too far away. Did you know? I’m here to stay -Blink 182

“Kamu mabok air mata ya?” katanya ketika aku mencondongkan diri padanya. Dengan sopan dia mendorongku untuk kembali duduk.

Lanjutkan membaca Day 2 Song Literature: After Midnight (Blink 182)

Day 1 Song Literature: Apologize (One Republic)

Maaf. M-a-a-f. M A A F. Biar kukatakan padamu, sshh, diam dan biar kukatakan padamu, ada empat tipe orang mengucapkan maaf:

Pertama, orang yang terlalu sopan hingga melihat lawan bicara saja dia akan meminta maaf. Kedua, orang yang menyukai mengucapkan maaf hingga lupa dengan maknanya—pada dasarnya mereka orang menyebalkan—menyela pembicaraan orang, maaf. Menyerobot antrian, maaf. Mengambil makanan orang tanpa ijin, maaf. Ketiga, orang yang sangat-sangat sulit meminta maaf dan seringnya mengucapkan, aku nggak bermaksud kok, itu salahmu. Dan keempat, kamu, ya, kamu.

Lanjutkan membaca Day 1 Song Literature: Apologize (One Republic)