Kara Para Ask: Tanpa Kebohongan, Kejujuran Tidak Memiliki Nilai yang Tinggi

Melalui postingan ini saya akan mengajak Anda berkenalan dengan Elif Denizer dan Omar Demir. Kenapa? Karena mereka layak untuk Anda kenal.

27137860b7c2fb506_0

 

Menggunakan prinsip sederhana pembuatan suatu cerita, Kara Para Ask (atau di antv disebut Cinta Elif meskipun judul aslinya berarti Pencucian Uang dan Cinta), akan membuat Anda ketagihan, seperti saya.  Lupakan drama Turki lain yang berasa sinetron Indonesia, Kara Para Ask berbeda.

Bagaimana jika?

Bagaimana jika ayah tercinta Anda dibunuh di hari ulang tahun Anda, ditembak di dalam mobil bersama wanita yang usianya separuh usia ayah Anda?

Bagaimana jika calon tunangan Anda ditembak di kepala dan ditemukan di dalam mobil bersama lelaki yang lebih cocok menjadi ayahnya, dua hari sebelum hari pertunangan Anda?

Bagaimana jika, sehari setelah kematian ayah Anda, Anda didatangi seorang mafia yang meminta berlian-berlian seharga 110 miliar Lira pada Anda dengan berkata ayahmu menyembunyikan berlian itu, kamu, sebagai anaknya harus tahu dimana berlian-berlian itu?

Bagaimana jika kekasih Anda, yang hanya seorang guru SD, memiliki berlian yang dia sembunyikan di bawah meja riasnya? Dan bagaimana jika-bagaimana jika yang lain.

Lanjutkan membaca Kara Para Ask: Tanpa Kebohongan, Kejujuran Tidak Memiliki Nilai yang Tinggi

Iklan

The Subjective Review: I’m Sorry, I Love You (K-drama)

Pertama saya, Enya, akan mengingatkan Anda-Anda semua yang akan membaca postingan ini bahwa ini review asli subjektif dari seorang fans yang dulu waktu pertama lihaat sinetrong Korea ini sewaktu SMP nggak bisa berhenti mikirin drama ini, sampai sekarang. Jadi, semua yang ada di postingan ini benar (menurutEnya) dan jelas keabsahannya (menurut Enya) dan tidak dibenarkan adanya kesalahan ataupun beda pendapat (menurut Enya).

Kedua, hai seluruh orang yang kenal Enya dan tahu bahwa setiap saya diceritain salah satu film bagus maka pertanyaan pertama yang akan saya tanyakan, “Cowoknya mati nggak?” Dan kalian selalu menatap saya dengan tatapan aneh. Dan, inilah alasannya saudara-saudara. Drama inilah alasannya saudara-saudara. Akting So Ji Sub di drama inilah alasannya saudara-saudara. Drama populer yang sampai dibikin versi kartunnya saking populernya tuh dramalah alasannya saudara-saudara.

Ketiga, berkat So Ji Sub dan drama terbarunya Master’s Sun saya jadi kebelet lihat drama ini lagi. Dan membandingkan Moo-Hyuk dan Jong-Woon saya jadi makin yakin Ji Sub ini aktor yang mumpuni dan aktor watak. Soalnya waktu lihat Jong-Woon saya nggak ngelihat sisa-sisa Moo-Hyuk dan mata sedihnya, begitu juga sebaliknya. Oke, oke, saya akui saya suka So Ji Sub dan postingan ini subjektif karena nggak ada yang boleh bilang Ji Sub aktingnya jelek.

Lanjutkan membaca The Subjective Review: I’m Sorry, I Love You (K-drama)

Favorite Movie All Time: A Beautiful Mind

Ada beberapa film favorit saya:

  1. Saving Private Ryan (film ini awalnya sedih, pertengahan sedih, akhirnya juga sedih lengkaplah sudah)
  2. Three Kings (satu-satunya film perang terlucu sekaligus ironis yang pernah saya lihat)
  3. Forest Gump (apa perlu penjelasan sama film ini?)
  4. Bridge of Therabithia (film yang bikin saya kenal Josh Hutcherson sekaligus ikut mewek waktu Jess mewek, tiga hari setelah lihat film ini saya masih terbayang-bayang ceritanya)
  5. A Beautiful Mind (yang mana akan saya review kali ini)
  6. Perks Of Being A Wallflower (haha, film ini, haha T_T)

A Beautiful Mind adalah film yang diangkat dari kisah nyata John Nash, seorang pemenang nobel matematika yang mengidap skizofrenia.

John Nash, pemuda yang mendapat beasiswa Carniege yang terkemuka di Princetoon. Teman-teman memanggil John Nash aneh karena dia terlalu fokus pada idenya sendiri untuk naskah jurnalnya sementara yang lain sudah menerbitkan banyak jurnal. Nash juga suka melihat penjambretan, perilaku burung dan pemain sepak bola hanya untuk melihat pola matematisnya, aneh nggak tuh?

Nash yang pada akhirnya menemukan kesalahan teori Adam Smith dan mendapat gelar doctor sekaligus lab Wheeler (yang mana masuk lab ini adalah impian semua akademisi). Ketika menjadi dosen Nash bertemu dengan Alicia yang secara terang-terangan mengajak Nash untuk keluar makan (saat itu Nash sudah menjadi professor yang bahkan dijaga polisi ruangannya). Mereka jatuh cinta, menikah dan semua baik-baik saja sampai Nash bertugas di Pentagon untuk menyelidiki kode-kode Rusia yang akan menghancurkan negaranya, Amerika.

Lanjutkan membaca Favorite Movie All Time: A Beautiful Mind

V for Vendetta, a Review

V, seorang yang selalu memakai topeng Guy Fawkes dan wig rambut bob sebahu (saya inget Dora deh), menggemparkan seluruh London dengan tindakan terorismenya. Membunuh uskup, politikus terkenal dan ahli forensik yang ternyata dahulu adalah ahli botani. Bertindak dengan selalu memakai topeng dan meracuni korbannya dengan obat-obatan V menjadi kejar-kejaran polisi, namun polisi kesulitan mencari jejaknya karena, yah, V tidak pernah meninggalkan jejak—kecuali satu; Evey.
Evey, wanita yang bekerja di stasiun tv BTN yang telah menyelamatkan V (ini sebagai balas budi karena V menyelamatkannya dari perkosaan). Dengan Evey yang sama-sama memunyai masa lalu yang kelam V merasa senasib, perlahan V mulai jatuh cinta pada Evey dan membuat pandangannya berubah.
Hingga sampai pada rencana penyerangan terakhirnya, membunuh kanselir yang tiran. V, yang telah menjadi ikon revolusi bagi warga London yang kecanduan menonton tivi mengirimkan topeng Guy Fawkes ke setiap warga London dan meminta mereka melakukan revolusi, bersamanya. Apakah V berhasil membunuh kanselir?

Lanjutkan membaca V for Vendetta, a Review

The Perks of Being a Wallflower: A Must Watch Movie

We accept the love we think we deserve

Saya jarang bahkan hanya dua film yang masuk dalam daftar mampu mengadaptasi buku dengan baik, benar dan sempurna saya yaitu: Lord Of The Ring dan Harry Potter. Dan yang bisa melampaui buku dengan sangat sempurna adalah Lord Of The Ring.

Hari ini, daftar itu bertambah. Yay!

The Perks of Being a Wallflower

Lanjutkan membaca The Perks of Being a Wallflower: A Must Watch Movie

Long Lost Friend: Merlin

“Describe Dollophead,”
“In two words?”
“Yeah,”
“Prince Arthur”

—Arthur and Merlin

Hidupku itu kayak serentetan petualangan dari satu fandom ke fandom lain; Heroes, supernatural, smallville, glee, Merlin, THG, semuanya dah.

Lanjutkan membaca Long Lost Friend: Merlin

Jang Joon Ha, K-Drama: Can You Hear My Heart

Karena udah janji harus posting minimal seminggu sekali sama diri sendiri kali ini saya akan posting K-Drama yang lagi saya sukai.

Bukan, bukan. Ralat. Bukan K-Drama-nya tapi karakter di salah satu K-Drama Can You Hear My Heart yaitu … Dokter Jang Joon Ha atau  Ma Roo Oppa.

Lanjutkan membaca Jang Joon Ha, K-Drama: Can You Hear My Heart